Sepanjang 2025, Indocement Cetak Kenaikan Laba Bersih 12 Persen
Direktur Utama INTP, Christian Kartawijaya mengungkapkan efisiensi pada pos beban usaha turut memberikan kontribusi pada kesehatan finansial perseroan.
Kenaikan laba bersih perseroan salah satunya didorong oleh keuntungan dari langkah divestasi aset.
Aksi korporasi berupa pelepasan kepemilikan dalam pembentukan usaha patungan bersama PT Cipta Mortar Utama tersebut memberikan kontribusi tambahan bagi profitabilitas perusahaan.
“Beban usaha menurun −1,1% menjadi Rp3.683,0 miliar, disertai keuntungan divestasi sebesar Rp670,0 miliar dari pembentukan usaha patungan dengan PT Cipta Mortar Utama,” ujar Christian Kartawijaya di Menteng, Jakarta Pusat, baru-baru ini.
Christian juga menjelaskan beban operasi lain (neto) tercatat mengalami penurunan sebesar 186,7% menjadi minus Rp49,9 miliar.
Hal ini disebabkan dampak kerugian selisih nilai tukar mata uang asing yang terjadi sepanjang tahun berjalan.
“Secara keseluruhan, margin laba usaha tercatat 15,3 persen dan margin EBITDA 24,1 persen pada 2025,” tambah Christian saat merinci margin keuntungan operasional perseroan.
Di sisi lain, pendapatan keuangan neto perseroan turun 91,1% menjadi Rp6,7 miliar meski terdapat peningkatan pendapatan bunga seiring dengan posisi saldo kas yang lebih tinggi.
PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) mencatatkan pertumbuhan laba bersih positif sepanjang 2025, meski penjualan menurun.
- Lewat CSR Awards 2026, Warta Ekonomi Apresiasi Perusahaan Berkelanjutan
- Pimpin Rakor, Komut Pertamina Tekankan Mitigasi Risiko Fondasi Ketangguhan Perusahaan
- Bea Cukai Asistensi Pelaku Usaha Lewat Kunjungan Kerja ke Sejumlah Perusahaan
- PT Kideco Raih Dua Penghargaan Pada Ajang IRCA 2026
- Menuju 7 Dekade, Astra Perkuat Fokus untuk Dorong Pertumbuhan dan Penciptaan Nilai
- Ratusan Perusahaan Berpartisipasi Dalam IRCA 2026
JPNN.com




