Sepanjang 2025, Indocement Cetak Kenaikan Laba Bersih 12 Persen
Begitu juga dengan laba neto dari entitas asosiasi yang terkoreksi 74,6% ke angka Rp37,0 miliar karena tingginya basis perbandingan pada 2024.
Setelah memperhitungkan beban pajak penghasilan neto sebesar Rp487,6 miliar, Indocement sukses mengantongi laba tahun berjalan sebesar Rp2.248,8 miliar.
Angka tersebut mencerminkan kenaikan sebesar 12 persen, dibandingkan periode tahun sebelumnya.
Kekuatan finansial perseroan juga terlihat pada posisi kas dan setara kas yang mencapai Rp5,9 triliun per 31 Desember 2025.
Angka ini memastikan Indocement memiliki likuiditas cukup kuat untuk memulai operasional di tahun baru.
Memasuki tahun 2026, Indocement optimistis volume permintaan semen akan kembali menguat mulai kuartal kedua, didorong oleh belanja konstruksi dan musim kemarau.
Namun, manajemen tetap waspada terhadap dinamika global yang dapat memengaruhi harga komoditas energi.
“Namun, ketidakpastian geopolitik masih menjadi risiko, khususnya pada kenaikan biaya energi baik batu bara dan bahan bakar, sehingga disiplin pengendalian biaya dan pemakaian bahan bakar alternatif kembali menjadi kunci,” imbuhnya. (mcr31/jpnn)
PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) mencatatkan pertumbuhan laba bersih positif sepanjang 2025, meski penjualan menurun.
Redaktur : Dedi Sofian
Reporter : Romaida Uswatun Hasanah
- Lewat CSR Awards 2026, Warta Ekonomi Apresiasi Perusahaan Berkelanjutan
- Pimpin Rakor, Komut Pertamina Tekankan Mitigasi Risiko Fondasi Ketangguhan Perusahaan
- Bea Cukai Asistensi Pelaku Usaha Lewat Kunjungan Kerja ke Sejumlah Perusahaan
- PT Kideco Raih Dua Penghargaan Pada Ajang IRCA 2026
- Menuju 7 Dekade, Astra Perkuat Fokus untuk Dorong Pertumbuhan dan Penciptaan Nilai
- Ratusan Perusahaan Berpartisipasi Dalam IRCA 2026
JPNN.com




