Serius Nonsense
Oleh: Dahlan Iskan
jpnn.com - Ketika menulis desil kemarin saya tidak membahas tentang desilnya Indonesia. Saya membahas desil itu sendiri. Karena itu saya tidak merasa terikat dengan cara Indonesia: desil satu untuk golongan termiskin, desil 10 untuk yang terkaya.
Dalam dunia perdesilan tidak ada "hukum desil". Suka-suka. Saya lebih suka menyebut desil 10 untuk yang termiskin, desil 1 untuk yang terkaya. Pun dalam kuantil.
Cara pandang seperti itu lebih asosiatif: Satu persen penduduk menguasai kekayaan berdesil-desil. Juga bisa sekaligus menjadi pengingat: desil satu adalah juara satu, desil dua juara dua, dan desil 10 adalah akar rumput yang jumlahnya banyak.
Dalam perkastaan juga sama: kasta tertinggi di urutan satu. Bahkan di India ada golongan yang di bawah kasta keempat: golongan dalit.
Tetapi, ya, sudahlah. Redaksi sudah mengubah tulisan saya itu, mungkin, redaksi terbawa arus komentar perusuh. Ternyata cara berpikir "perusuh Disway" lebuh ikut cara berpikir pemerintah. Ups..tidak juga. "Perusuh" ternyata juga berani kritis –pun termasuk dalam mengkritik Disway.
Itu tercermin dalam "Muktamar Perusuh" bulan lalu. Salah satu agenda "muktamar" itu sangat serius. Baru hari ini saya ungkapkan jalannya pembicaraan. Acara berat itu dimulai dengan pendaftaran agenda bahasan. Agar tidak ngelantur.
Siapa saja boleh mendaftarkan agenda. Banyak yang unjuk jari. Mereka bicara pendek: hanya satu dua kalimat tentang poin yang ingin dibahas. Setelah inventarisasi ditutup mulailah kening mengkerut.
Saya sendiri hanya mengajukan satu agenda yang disambut dengan tawa. Padahal itu, menurut emosi saya, agenda berat: bagaimana cara melakukan pruning pentil durian. Pohon durian di antara rumah Manado dan lapangan basket di DIC Farm itu memang berbunga lebat. Banyak sekali.
KDMP adalah taruhan terakhir bagi uji coba koperasi. Taruhan yang amat sangat luar biasa mahal. Kalau gagal berarti kita harus ikut Agus Pakpahan.
- Palembang Bidik Potensi 3.400 Ton Jelantah Per Tahun untuk Bahan Bakar Pesawat
- PalmCo Akselerasi Sertifikasi Keberlanjutan Sebagai Bagian Transformasi Tata Kelola
- Bukan Daya Beli Warga Turun, Kepala BPS Tekankan Ada Pergeseran Pola Konsumsi
- BPS Catat Pergeseran Konsumsi Masyarakat Terjadi Sejak Tahun Lalu
- Hati Ngadirejo
- Catat, Pemerintah Tidak Akan Ekspor Benih Lobster Selamanya
JPNN.com




