Seruan Kemenag untuk Umat Islam di Malam Takbiran

Seruan Kemenag untuk Umat Islam di Malam Takbiran
Ilustrasi masyarakat merayakan malam takbiran. Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Kementerian Agama mengajak seluruh umat Islam untuk mengisi malam Idulfitri 1441 H dengan mengumandangkan takbir, tahmid dan tasbih sebagai rasa syukur kepada Allah SWT.

Sebab, telah memberi kesempatan kepada kita untuk melaksanakan ibadah puasa Ramadan sebulan penuh.

Anjuran pembacaan takbir ini berlandaskan pada perintah Allah SWT: "Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya (puasa) dan hendaklah kamu mengagungkan Allah (takbir)atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur." (QS Al-Baqarah 185)

"Ayat ini menjelaskan, ketika orang sudah selesai menjalankan ibadah puasa Ramadan, maka disyariatkan untuk mengagungkan Allah dengan bertakbir. Atas dasar ayat tersebut, sebagian ulama membolehkan takbiran di masjid, musala dan tempat-tempat lainnya," tutur Wakil Menteri Agama (Wamenag) Zainut Tauhid Sa'adi dalam pesan elektroniknya, Jumat (22/5).

Menggemakan takbir pada malam Idulfitri merupakan salah satu amalan menghidupkan hari raya dan termasuk amalan istimewa sebagai penyempurna ibadah Ramadan.

Hal ini tertuang pada hadits yang berbunyi: "Barangsiapa yang menghidupkan malam hari raya Idulfithri dan Iduladha karena Allah dan mengharapkan ganjaran dari-Nya, hatinya tidak akan mati tatkala hati-hati itu mati. (HR. Ibnu Majah)

Zainut menjelaskan pada situasi normal takbiran bisa dilaksanakan secara bersama-sama baik di masjid, musala atau berkeliling dengan mobil atau kendaraan lainnya.

Namun, di saat terjadi pandemi Covid-19 seperti sekarang ini kami menganjurkan untuk dilaksanakan di rumahnya masing-masing demi menjaga keselamatan jiwa kita semuanya.

Kementerian Agama memberi batasan untuk malam takbiran jelang perayaan Idulfitri mendatang.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News