Seskab Teddy: MBG Tidak Kurangi Anggaran Pendidikan, Program Strategis Ditambah
Terkait kesejahteraan guru, Teddy menegaskan bahwa perhatian pemerintah justru meningkat.
Pemerintah pusat memberikan insentif bagi guru honorer daerah, menaikkan tunjangan guru non-ASN, serta memastikan penyaluran tunjangan dilakukan langsung ke rekening guru setiap bulan.
“Insentif guru honorer yang sebelumnya Rp200 ribu naik menjadi Rp400 ribu. Tunjangan guru non-ASN juga naik dari Rp1,5 juta menjadi Rp2 juta. Dan sekarang tunjangan itu dibayarkan langsung ke guru setiap bulan, bukan lagi melalui transfer ke daerah,” jelas Teddy.
Sebelumnya, alokasi anggaran MBG sebesar Rp 223,5 triliun yang tercantum dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 menjadi sorotan sejumlah pihak, termasuk Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan.
Menanggapi hal tersebut, Teddy kembali menegaskan bahwa seluruh anggaran pendidikan tetap memenuhi ketentuan mandatory spending 20 persen dari APBN dan tidak ada program pendidikan yang dihentikan akibat pelaksanaan MBG. (esy/jpnn)
Seskab Teddy menegaskan MBG tidak mengurangi anggaran pendidikan, program strategis periode sebelumnya tetap jalan, bahkan ditambah.
Redaktur : Dedi Sofian
Reporter : Mesyia Muhammad
- Guru Besar Usakti Nilai Program MBG Investasi Peradaban
- Alasan Purbaya Pangkas Anggaran MBG 2026
- Janjikan Bangun Dapur MBG untuk Warga, Pelaku Tilap Dana Miliaran
- Prudential Syariah Luncurkan PRUTahapan Cemerlang, Perlindungan Masa Depan Pendidikan
- Ketum PB Mathla'ul Anwar Soroti Pentingnya Penguatan Pendanaan APBN-APBD untuk Pesantren
- PPPK Paruh Waktu Indonesia Siap Kawal Program MBG dan Ketahanan Pangan
JPNN.com




