Seskab Teddy Soroti Fenomena 'Inflasi Pengamat', Ajak Publik Bicara Berbasis Data
jpnn.com, JAKARTA - Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya memberikan perhatian serius terhadap fenomena menjamurnya pihak-pihak yang memberikan opini di ruang publik tanpa landasan keahlian dan data akurat.
Teddy mengistilahkan tren ini sebagai 'inflasi pengamat.
Seskab Teddy menilai banyaknya individu yang mendadak menjadi pakar di berbagai isu dapat memicu persepsi keliru di tengah masyarakat.
Teddy mengungkapkan kekhawatirannya terhadap para pengamat yang seringkali menyampaikan informasi tidak sesuai fakta.
Dia menyoroti adanya kecenderungan individu berbicara di luar bidang kompetensi utamanya.
"Sekarang ini ada satu fenomena yang namanya inflasi pengamat. Banyak sekali pengamat, tetapi datanya tidak sesuai fakta dan keliru," tegas Teddy dalam keterangan tertulisnya, Jumat (10/4).
Dia mencontohkan, munculnya pihak-pihak yang mengomentari isu spesifik seperti perberasan, militer, hingga urusan luar negeri, padahal tidak memiliki rekam jejak atau latar belakang pendidikan di sektor tersebut.
Meski opini negatif sering dilemparkan oleh pihak-pihak tertentu bahkan sejak sebelum masa kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, Teddy mengeklaim tingkat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah tetap berada di angka yang tinggi.
Seskab Teddy menyoroti fenomena 'Inflasi Pengamat' dan mengajak publik bicara berbasis data.
- Apresiasi dan Catatan Kritis Atas Pidato Presiden Prabowo Tentang KEM PPKF: Menatap Peluang, Memperkuat Ketahanan Bangsa
- Prabowo Ingin Guru Makin Sejahtera, Gaji Naik
- Wamen Christina: Kementerian P2MI Dukung Visi Ekonomi Presiden Prabowo
- Presiden Prabowo: Anak-anak Muda Jangan Semua Minta jadi ASN
- Nasarudin: Jiwa Patriotisme Presiden Prabowo Benar-benar Terasa
- GREAT Institute Apresiasi Pidato Prabowo di DPR, Kembali pada Amanat Konstitusi
JPNN.com




