Seskab Ungkit Inflasi Pengamat, LIMA: Tanda Lemahnya Kepercayaan Diri Pemerintah
jpnn.com, JAKARTA - Direktur Lingkar Madani (LIMA) Ray Rangkuti menyebut pernyataan Seskab Teddy Indra Wijaya soal inflasi pengamat menandakan pemerintah cepat baper terhadap kritik.
"Pernyataan Pak Seskab tentang inflasi pengamat tanpa fakta menunjukan arah pemerintah yang hari-hari ini, makin sensitif dengan kritik," kata Ray melalui layanan pesan, Senin (13/4).
Aktivis prodemokrasi itu menuturkan sensitivitas pemerintah terhadap pengamat menunjukkan adanya persoalan di internal rezim.
"Pemerintah yang makin sensitif menunjukan persoalan di internal, sekaligus melemahnya konsolidasi dan kepercayaan diri," ungkap Ray.
Dia menuturkan pemerintah masih berpikir cara Orde Lama untuk menguasai politik dengan membagi-bagikan kekuasaan ke pihak formal.
"Masa itu sudah lewat dan mereka gagap, bahkan untuk menghadapi pidato seorang pengamat," ujarnya.
Ray mengatakan pengamat atau apa pun istilah yang disematkan pemerintah saat ini, telah menjadi lidah rakyat menyuarakan kegelisahan.
Dia menuturkan politik nonformal dari pengamat ini yang tak bisa ditaklukkan rezim membuat pemerintah menerapkan pelabelan.
Direktur LIMA Ray Rangkuti menyebut pengamat atau apa pun istilah yang disematkan pemerintah saat ini, telah menjadi lidah rakyat menyuarakan kegelisahan.
- Pemerintah Salurkan KUR 1.000 UMKM Ekraf di Bali, Dorong Tercipta Lapangan Kerja
- Teddy Setahun Menjabat Seskab, Harta Kekayaan Langsung Naik Rp 4,7 Miliar
- Bukan Alat Kontrol Pemerintah, RUU KKS Justru Melindungi Hak Sipil & Demokrasi
- Pengamat Ini Mencermati Daya Tarik Seskab Teddy, Tak Banyak Gimik
- Cegah Praktik Korupsi, ICW Ingatkan Pemerintah untuk Awasi Program Transisi Energi Ramah Lingkungan
- Sebut Tuduhan terhadap Seskab Teddy Tak Masuk Akal, Ketum PASBATA: Hanya Fitnah Personal
JPNN.com




