Seskab Ungkit Inflasi Pengamat, LIMA: Tanda Lemahnya Kepercayaan Diri Pemerintah
Semisal, ujar Ray, memunculkan istilah antek asing hingga barisan sakit hati ketika menanggapi pengamat yang tetap kritis.
"Dari antek asing, sakit hati, nyinyir, dan kini, inflasi pengamat. Lebih naik itu menuduh mereka makar. Ini cara kerja yang meng-copy cara kerja Orde Baru. Jadi, semua sudah paham cara kerja ini," ujarnya.
Seskab Teddy Indra Wijaya memberikan perhatian serius terhadap fenomena menjamurnya pihak-pihak yang memberikan opini di ruang publik tanpa akurat dengan mengungkit istilah inflasi pengamat.
Teddy menilai banyaknya individu yang mendadak menjadi pakar di berbagai isu dapat memicu persepsi keliru di tengah masyarakat.
Teddy mengungkapkan kekhawatirannya terhadap para pengamat yang seringkali menyampaikan informasi tidak sesuai fakta.
"Sekarang ini ada satu fenomena yang namanya inflasi pengamat. Banyak sekali pengamat, tetapi datanya tidak sesuai fakta dan keliru," tegas Teddy dalam keterangan tertulisnya, Jumat (10/4). (ast/jpnn)
Direktur LIMA Ray Rangkuti menyebut pengamat atau apa pun istilah yang disematkan pemerintah saat ini, telah menjadi lidah rakyat menyuarakan kegelisahan.
Redaktur : M. Rasyid Ridha
Reporter : Aristo Setiawan
- Setelah Aksi Demo Mahasiswa, Seskab Teddy Perhatikan Fasilitas Publik Jakarta
- Fithrat Irfan: Persatuan Bangsa Penting di Tengah Tantangan Global
- Pemerintah Bakal Revitalisasi 71.744 Sekolah, Janjikan Buka 1,1 Juta Lapangan Kerja
- Seskab Teddy: Pertamax Harus Mengikuti Harga Minyak Dunia
- Respons Arahan Istana, Utusan Khusus Presiden Raffi Ahmad Gandeng Hotman Paris Demi Bersihkan Nama
- DPR Setujui RUU Polri, Direktur LIMA: Alih-Alih Mereformasi Polisi, Malah Bikin Repot Lagi
JPNN.com




