Seskab Ungkit Inflasi Pengamat, LIMA: Tanda Lemahnya Kepercayaan Diri Pemerintah

Seskab Ungkit Inflasi Pengamat, LIMA: Tanda Lemahnya Kepercayaan Diri Pemerintah
Ray Rangkuti soal pernyataan Seskab Teddy. Foto: Ricardo/JPNN

Semisal, ujar Ray, memunculkan istilah antek asing hingga barisan sakit hati ketika menanggapi pengamat yang tetap kritis.

"Dari antek asing, sakit hati, nyinyir, dan kini, inflasi pengamat. Lebih naik itu menuduh mereka makar. Ini cara kerja yang meng-copy cara kerja Orde Baru. Jadi, semua sudah paham cara kerja ini," ujarnya.

Seskab Teddy Indra Wijaya memberikan perhatian serius terhadap fenomena menjamurnya pihak-pihak yang memberikan opini di ruang publik tanpa akurat dengan mengungkit istilah inflasi pengamat.

Teddy menilai banyaknya individu yang mendadak menjadi pakar di berbagai isu dapat memicu persepsi keliru di tengah masyarakat.

Teddy mengungkapkan kekhawatirannya terhadap para pengamat yang seringkali menyampaikan informasi tidak sesuai fakta.

"Sekarang ini ada satu fenomena yang namanya inflasi pengamat. Banyak sekali pengamat, tetapi datanya tidak sesuai fakta dan keliru," tegas Teddy dalam keterangan tertulisnya, Jumat (10/4). (ast/jpnn)


Direktur LIMA Ray Rangkuti menyebut pengamat atau apa pun istilah yang disematkan pemerintah saat ini, telah menjadi lidah rakyat menyuarakan kegelisahan.


Redaktur : M. Rasyid Ridha
Reporter : Aristo Setiawan

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News