Setelah Jamu Perwakilan Penting Arab Saudi, Kini Megawati Menerima Dubes Qatar
Sementara itu, Dubes Qatar menyerahkan koleksi bunga dan buku yang berjudul Qatar, Between Land and Sea, Through Arts and Heritage.
Buku ini merupakan dokumentasi yang menarasikan kekayaan budaya, sejarah, dan seni Qatar, berfokus pada hubungan erat antara masyarakatnya dengan gurun (land) dan laut (sea).
"Saya senang bertemu secara langsung dan berdialog dengan Ibu Megawati. Saya kagum dengan koleksi lukisan di sini," kata Dubes Qatar sambil menunjuk lukisan di kediaman Megawati.
Basarah setelah pertemuan menyebut Dubes Qatar saat awal dialog menyinggung soal status Presiden Pertama RI Soekarno yang juga ayah Megawati yang sangat terkenal di Timur Tengah (Timteng).
"Dubes Qatar mengatakan nama Ibu Megawati dan Presiden Soekarno populer di Qatar karena Ibu Emir Qatar dan adik Emir Qatar sejarawan yang banyak memperlajari sejarah Indonesia," kata Basarah, Senin.
"Dalam pertemuan, Dubes Qatar mengundang Ibu Megawati untuk makan di kediaman Dubes. Selain itu, Beliau juga mengundang Ibu Megawati datang ke Qatar," ujar legislator Komisi XIII DPR RI itu.
Basarah menuturkan Dubes Qatar menyampaikan kekagumannya membaca isi pidato Megawati saat menerima gelar doktor kehormatan yang diberikan Princess Nourah University (PNU), di Riyadh, pada Februari lalu.
"Dubes Qatar juga mengatakan bahwa pemerintahnya sejalan dengan pemikiran Megawati tentang kesetaraan perempuan karena sebagai negara di Timur Tengah yang mengangkat perempuan menjadi menteri," ungkap dia.
Presiden kelima RI Megawati Soekarnoputri mengenalkan sang putra M Prananda Prabowo ketika menjamu Dubes Qatar pada Senin (13/4) ini.
- Didampingi Putra dan Cicit, Megawati Berziarah ke Blitar
- Lebanon Tegaskan Masih Bagian dari Dunia Arab
- Piala Dunia Pernah Merenggut Mimpinya, Julen Lopetegui Datang untuk Membalas
- Hasto: Buku Mustika Rasa Sudah Matangkan Konsep Gizi Sebelum MBG
- Harga Pertamax Melonjak, Mufti Anam PDIP Tagih Penjelasan Pemerintah
- Harga Pertamax Naik, Legislator PDIP: Diumumkan Tiba-Tiba, DPR Tidak Diajak Diskusi
JPNN.com




