Setuju Ada Ambang Batas Parlemen, PKS Harap PT 4 Persen Tak Dinaikkan
jpnn.com, JAKARTA - Sekjen PKS Muhammad Kholid menyebut ambang batas parlemen atau parliamentary threshold (PT) masih dibutuhkan, sebagai mekanisme kontrol stabilitas politik di parlemen.
Hal demikian dikatakan Kholid menyikapi sikap Ketum NasDem Surya Paloh yang konsisten mendorong PT tujuh persen.
"Ya, biar tidak terlalu banyak fragmentasi dengan makin banyaknya jumlah parpol di parlemen jika ambang batas ditiadakan," kata dia melalui layanan pesan dikutip Kamis (26/2).
Legislator DPR RI itu menyebut angka ideal PT ke depan harus melihat titik keseimbangan antara representasi parpol di parlemen dan suara tak terwakili pada pemilu.
"Harus ada titik keseimbangan antara representasi partai politik di parlemen dengan jumlah suara yang tidak terakomodasi, karena adanya ambang batas tersebut," kata Kholid.
Dia menyebut PT empat persen yang diterapkan pada Pemilu 2024 sebenarnya sudah tepat dan berharap tidak dinaikkan.
"Sudah cukup baik dipertahankan dan sepertinya tidak perlu dinaikan," ujar Kholid.
Selain PT empat persen, dia mengusulkan angka ambang batas dihitung dari jumlah Alat Kelengkapan Dewan (AKD) di DPR RI.
Sekjen PKS Muhammad Kholid menyebut PT empat persen yang diterapkan pada Pemilu 2024 sebenarnya sudah tepat dan berharap tidak dinaikkan.
- Dari Hormuz ke Jakarta: Membaca Perang AS–Iran dan Implikasinya bagi Indonesia
- Nobar Film Suamiku Lukaku, Akademi Perempuan NasDem Serukan Stop Kekerasan
- NasDem Sumbang Seribu Buku untuk Warga Lapas Cipinang
- PKS Banten Salurkan Puluhan Ribu Paket Daging Kurban Kepada Masyarakat
- Ketum Sekber GKSR Dorong Penghapusan Ambang Batas Parlemen dari 4 Menjadi 0 Persen
- Respons Dinamika Global, PKS Perkokoh Pondasi Bangsa
JPNN.com




