Siapa yang Memegang Kendali Atas Kecerdasan Buatan?

Siapa yang Memegang Kendali Atas Kecerdasan Buatan?
Siapa yang Memegang Kendali Atas Kecerdasan Buatan?

ChatGPT dan Claude mungkin menjadi wajah kecerdasan buatan atau AI saat ini, Tapi di balik prompt dan layar, terdapat ekosistem kompleks yang terdiri dari chip, data, penggunaan energi, dan manusia.

Di Asia-Pasifik, penguasaan elemen-elemen tersebut mengubah keseimbangan kekuatan, menyatukan mereka yang tadinya sekutu, dan saingan menjadi saling ketergantungan.

Ini adalah chip atau cip kecerdasan buatan (AI).

Cip semacam inilah yang menggerakkan perangkat dan platform yang kamu gunakan sehari-hari: mulai dari ChatGPT, rekomendasi Google, hingga pengarah parkir dalam mobil, dan kamera smartphone.

Cip yang paling canggih memiliki ratusan miliar transistor, atau sakelar mikroskopis yang melakukan triliunan perhitungan per detik, menjadikannya salah satu objek terumit yang pernah dibuat.

Dengan komponen yang ketebalannya hanya beberapa atom, "sebutir debu" saja bisa merusak produk bernilai ratusan ribu dolar dan hanya segelintir perusahaan yang mampu memproduksi cip seperti ini.

Secara tiba-tiba cip ini menjadi penting hingga mengubah bisnis manufaktur teknologi yang sebelumnya bersifat khusus atau niche menjadi masalah kebijakan luar negeri dan keamanan nasional.

Namun, cip hanyalah satu bagian dari sistem yang jauh lebih besar. Tanpanya, cip tersebut praktis tidak berguna.

Untuk memahami seluk-beluk bisnis AI, pertama-tama kita perlu memahami cara kerja fisiknya, apa yang diperebutkan oleh berbagai negara, serta di mana letak titik krusialnya

Sumber ABC Indonesia
JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News