Siapkan Jateng Jadi Pusat Industri Padat Karya, Gubernur Luthfi Dorong Penguatan Pelabuhan
Oleh karena itu, Ia mendorong agar dilakukan percepatan revitalisasi Pelabuhan Tanjung Emas Semarang.
“Kalau perlu dibuka pelabuhan di Kendal, Batang, Rembang, maupun Cilacap. Kalau itu belum memungkinkan, kami siapkan dry port di Kendal dan Batang,” ujarnya.
Menurut Luthfi, penguatan pelabuhan dan sistem distribusi dinilai penting agar daya saing investasi Jawa Tengah semakin meningkat.
Dia menambahkan, pada triwulan I 2026 realisasi investasi di Jawa Tengah telah mencapai Rp23 triliun dengan serapan tenaga kerja sekitar 92 ribu orang.
Sementara sepanjang 2025, investasi mencapai Rp110 triliun dengan penyerapan sekitar 274 ribu tenaga kerja.
“Di saat keterbatasan fiskal dan situasi geopolitik seperti sekarang, kita harus mampu menjual potensi Jawa Tengah untuk menarik investasi,” katanya.
Sementara itu, Wakil Ketua BKSAP DPR RI, Muhammad Husein Fadlulloh, mengatakan Jawa Tengah memiliki potensi besar untuk memperluas pasar ekspor, terutama setelah perjanjian dagang Indonesia-Uni Eropa mulai berlaku efektif pada 2027.
Menurutnya, penghapusan tarif berbagai produk Indonesia ke pasar Uni Eropa akan membuka peluang baru bagi daerah, termasuk Jawa Tengah, untuk meningkatkan ekspor.
Pemprov Jateng meminta dukungan BKSAP DPR RI untuk memperluas akses pasar internasional dan memperkuat infrastruktur logistik.
- Groundbreaking Desember 2026, PSEL Semarang Raya Ditargetkan Olah 1.000 Ton Sampah Jadi Listrik
- Gubernur Ahmad Luthfi Ringankan Beban Mahasiswa NTT Terdampak Bencana
- Melayat ke Rumah Duka Mozza, Ahmad Luthfi Akan Mengawal Penanganan Kasus Hingga Tuntas
- Gubernur Luthfi Tinjau TPA Putri Cempo, Perlindungan Warga Menjadi Prioritas
- Jateng Catat 615 Kebakaran Hingga Agustus 2026, Sekda: Tingkatkan Kompetensi Relawan
- Dongkrak Produksi Susu, Pemprov Jateng Andalkan Teknologi Inseminasi Buatan
JPNN.com




