SIG Bawa UMKM Rembang Tembus Pasar Nasional, Catatkan Omzet Hingga Rp100 Juta

SIG Bawa UMKM Rembang Tembus Pasar Nasional, Catatkan Omzet Hingga Rp100 Juta
Para ibu rumah tangga anggota KWT Annisa memberikan label pada botol produk sirup di rumah produksi KWT Annisa yang berlokasi di Desa Glebeg, Kecamatan Sulang, Rembang, Jawa Tengah. Foto dok SIG

Rutiah mengungkapkan, usaha yang dirintis sejak 2017 silam dengan modal awal Rp500 ribu itu, dikerjakan hanya berbekal alat memasak sederhana dan mengubah potensi lokal jadi produk unggulan.

Dengan memanfaatkan pekarangan rumah masing-masing, mereka bisa menghasilkan hingga 100 kilogram bahan baku seperti jahe, kunyit, dan buah kawis, yang dapat diolah menjadi sekitar 100 botol produk per minggu dan mulai mengenalkan produknya ke pasar tradisional hingga merambah ke jejaring UMKM di Kabupaten Rembang.

Seiring meningkatnya permintaan, keterbatasan lahan membuat KWT Annisa berinisiatif menjalin kerja sama dengan petani lokal serta sesama pelaku UMKM di Rembang untuk memenuhi kebutuhan bahan baku.

Khususnya saat menjelang momen seperti Lebaran, kapasitas produksi bisa meningkat tiga kali lipat.

Kini, produk minuman jahe dan temulawak serta sari buah kawis dari KWT Annisa tidak hanya dipasarkan di wilayah Rembang, tapi juga menjangkau pasar yang lebih luas seperti Yogyakarta, Semarang, Surakarta, hingga Surabaya di Jawa Timur.

Bahkan dengan peran e-commerce dan jaringan reseller, produk KWT Annisa mampu menjangkau pemasaran di luar Jawa seperti Kalimantan.

Dengan racikan otentik berbahan herbal dan harga terjangkau mulai dari Rp10 ribu hingga Rp40 ribu per kemasan, produk KWT Annisa kini mampu meraih omzet rata-rata Rp10 juta per bulan, atau melebihi Rp100 juta per tahun.

"Sebagai pelaku usaha, saya sangat merasakan manfaat dari keberadaan RB Rembang. Kami mendapat banyak dukungan, mulai dari pelatihan, pemasaran hingga promosi produk. Saya sangat berterima kasih kepada SIG dan RB Rembang. Harapan saya, para pelaku UMKM dapat terus berkembang dan sukses bersama," ungkap Rutiah.

Di bawah binaan Rumah BUMN PT Semen Indonesia (SIG) di Kabupaten Rembang yang dikelola oleh anak usahanya, PT Semen Gresik sukses memasarkan produk herbal.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News