Siskaeee Ngaku Punya Trauma Masa Lalu, Reza Indragiri Ingatkan Polisi Agar Hati-hati

Siskaeee Ngaku Punya Trauma Masa Lalu, Reza Indragiri Ingatkan Polisi Agar Hati-hati
Reza Indragiri Amriel. Foto: dok.JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Pakar psikologi forensik Reza Indragiri Amriel menilai Siskaeee alias FCN, tersangka kasus pembuatan video asusila di New Yogyakarta International Airport (NYIA) Kulon Progo, Yogyakarta, tidak bisa disebut seorang ekshibisionis.

Dia menjelaskan ekshibisionisme merupakan istilah spesifik untuk salah satu jenis gangguan, bukan sebutan umum untuk siapapun yang memamerkan alat vital sendiri.

"Ekshibisionisme sebagai gangguan bermakna bahwa pelakunya merasakan kenikmatan seksual dengan cara mempertontonkan alat vitalnya," kata Reza kepada JPNN.com, Rabu (8/12).

"Dia merasa nikmat, sementara orang di hadapannya terguncang karena tidak menyangka dan menolak dihadapkan pada situasi ekstrem sedemikian rupa," sambung Reza.

Reza mencontohkan pemeran film dewasa yangmempertontonkan alat kelamin.

Namun, pemeran film melakukan hal itu bukan dalam rangka memperoleh kenikmatan seksual.

Justru orang-orang yang menonton film itu bersenang-senang melihat area sensitif si pemeran.

"Nah, ini memang memamerkan, tetapi tidak tepat disebut sebagai pengidap gangguan ekshibisionisme atau pelaku ekshibisionisme. Sebagai gantinya, ya sebut saja mereka sebagai pelaku pornografi," ujar Reza.

Pakar psikologi forensik Reza Indragiri Amriel mengingatkan polisi agar hati-hati menyikapi pengakuan Siskaeee yang mengaku punya trauma masa lalu. Simak penjelasannya