Siswa SD Meninggal Diduga Dikeroyok Teman Setelah Ujian Kelulusan, Cerita Bibinya Bikin Nyesek
"Dia (almarhum) dipukul di luar sekolah, di depan sekolahnya. Waktu itu saat pulang sekolah, karena anak ini masih ujian," tutur bibinya.
Akibat penganiayaan itu, korban mengalami sakit pada bagian dada, dan terdapat luka lebam di beberapa bagian tubuhnya, termasuk luka bekas bekas sulutan rokok.
"Selain luka-luka, ada juga, kasihan, di belakangnya bekas sulutan rokok, banyak itu, kasihan," ujar D.
"Ini anak pendiam, dia tidak mau bilang, tidak mau ngomong (siapa yang keroyok). Namun, intinya diborongi (dianiaya) sama temannya," lanjut D dengan suara lirih.
Sebelum meninggal, korban sempat dibawa ke tiga rumah sakit, yakni Rumah Sakit Pelamonia, Rumah Sakit Sitti Fatimah dan dirujuk di Rumah Sakit Islam Faisal.
Karena kondisinya kian menurun, korban akhirnya mengembuskan napas terakhir di RS Islam Faisal pada Jumat, 30 Mei 2025.
Seusai dinyatakan meninggal dunia, jenazah dibawa ke rumah duka di Kecamatan Makassar, Kota Makassar, Sulawesi Selatan.
Pihak keluarga telah melaporkan kejadian itu ke Polrestabes Makassar dengan laporan penganiayaan mengakibatkan korban meninggal dunia, di Unit Perlindungan Perempuan dan Anak atau PPA.
Bikin nyesek. Begini penuturan bibi MRA, siswa SD yang meninggal diduga akibat dikeroyok teman-temannya setelah ujian kelulusan. Semoga pelaku terungkap.
- Babak Baru Kasus Penganiayaan Sadis YTR, Berkas Taufik Hidayat Dilimpahkan ke Kejaksaan
- Sekolah Negeri Kekurangan Siswa, Puan Minta Pemerintah Bikin Evaluasi Menyeluruh
- Polisi Usut Kasus Pengeroyokan dan Penculikan di Banten
- Begini Kronologi Kecelakaan Beruntun di Bintara yang Tewaskan Seorang Pengemudi
- Di Kolam Inilah 8 Siswi MTs di Garut Tenggelam, 1 Meninggal Dunia
- Misteri Pembunuhan Berencana di Nganjuk Terungkap, Anak Angkat Korban Tersangka
JPNN.com




