Siswa SMP yang Tewas Dianiaya Ternyata Sudah 4 Kali Terima Kekerasan di Sekolah
jpnn.com, PEMALANG - Polres Pemalang mengungkap kasus dugaan tindak pidana kekerasan terhadap anak di salah satu sekolah menengah pertama hingga mengakibatkan korban meninggal dunia.
Kapolres Pemalang AKBP Rendy Setia Permana mengatakan bahwa pihaknya telah menetapkan satu orang anak yang berkonflik dengan hukum (ABH).
"Anak korban adalah pelajar kelas VII, sedangkan terduga ABH adalah pelajar kelas VIII di sekolah yang sama," kata Rendy Setia di Pemalang, Selasa.
Dia mengatakan peristiwa kekerasan terhadap anak korban ini terjadi sebanyak empat kali di lingkungan sekolah sejak Juli 2026.
Lokasi kejadian kekerasan, kata Kapolres, berada di bawah pohon dekat gerbang sekolah depan ruang Laboratorium IPA.
Pascakejadian, korban tersebut sempat mendapatkan perawatan di Puskesmas Randudongkal dan Rumah Sakit Muhammadiyah Mardhatillah. Namun, pada Minggu (2/8), korban dinyatakan meninggal dunia di rumah sakit.
"Kasus itu kemudian dilaporkan ke polisi oleh ibu dari anak korban," katanya.
Menurut dia, pihaknya telah memeriksa 17 orang saksi terdiri atas guru BK, guru mata pelajaran, teman sekolah dari anak korban, serta tenaga medis.
Polres Pemalang mengungkap kasus penganiayaan berujung kematian yang terjadi di lingkungan sekolah.
- Pengeroyok Pegawai FIFGROUP Divonis 2 Tahun Penjara
- Kematian Siswa SD di Pemalang Diselidiki Polisi
- Polisi Tetapkan R Sebagai Tersangka Kasus Penganiayaan Wanita di Senayan City
- Menunggu Persidangan, Taufik Hidayat Ditempatkan di Sel Khusus Lapas Jelekong
- Seorang Siswa SMP di Pemalang Dianiaya hingga Meninggal oleh Senior
- Polda Jabar Melengkapi Berkas Perkara Taufik Hidayat 'Si Penyiksa' YTR
JPNN.com




