Soal Kasus Korupsi Pajak, Legislator: Ini Menyakitkan Perasaan Rakyat
jpnn.com, JAKARTA - Anggota Komisi III DPR RI Abdullah menyebut kasus suap pengurangan nilai pajak yang melibatkan pegawai KPP Madya Jakarta Utara, Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Kementerian Keuangan, menyakitkan hati rakyat.
“Kasus suap dan korupsi pegawai pajak ini sangat menyakitkan dan merugikan masyarakat," kata dia kepada awak media, Rabu (14/1).
Dia berharap pengungkapan kasus menjadi momentum penting melakukan bersih-bersih secara menyeluruh oknum di perpajakan.
"Pajak itu tulang punggung keuangan negara, tetapi justru diselewengkan oleh oknum yang seharusnya menjadi garda terdepan penerimaan negara,” ujar legislator fraksi PKB itu.
Abdullah merasa heran praktik korupsi di sektor pajak tetap terjadi saat pegawai DJP mendapatkan fasilitas dan gaji besar dibandingkan aparatur negara lainnya.
"Fakta bahwa praktik ini masih terjadi menunjukkan lemahnya integritas dan pengawasan internal,” ujar dia.
Abdullah mendukung langkah KPK mengusut tuntas kasus korupsi pajak hingga ke akar-akarnya.
Termasuk, ujar dia, menelusuri kemungkinan keterlibatan pihak lain dan membuka jaringan korupsi yang lebih luas di lingkungan Direktorat Jenderal Pajak.
Anggota Komisi III DPR RI Abdullah menyebut kasus suap pengurangan nilai pajak DJP Kemenkeu menyakitkan hati rakyat.
- DPR Puji Konsep Pertanian Perkotaan Universitas Trilogi di Panen Fest 2026
- Tekanan Lembaga Dunia ke Indonesia, Said Banggar Minta Presiden Pimpin Reformasi Fiskal
- Perusahaan Aset Kemenkeu Tersangkut OTT, Ketua dan Wakil PN Depok Diciduk terkait Dugaan Suap
- Lantik 43 Pejabat DJP, Menkeu Purbaya: Hari Ini Spesial, Welcome to Juanda, Pak Juda!
- Ini Bocoran KPK soal OTT Hakim di Depok, Oalah
- Menkeu Purbaya Menanggapi Santai Rating Outlook Moody’s Negatif
JPNN.com




