Soal Kebijakan Sewa Kendaraan Dinas Pemkot Tangsel, Pengamat: Efisiensi Fiskal
jpnn.com, TANGERANG SELATAN - Direktur Eksekutif Centre for Indonesia Strategic Actions (CISA) Herry Mendrofa menyebut kebijakan Pemkot Tangsel menyewa kendaraan dinas, sebagai langkah efisiensi fiskal yang pragmatis.
Hal demikian dikatakannya menanggapi alokasi dana penyewaan kendaraan dinas sebesar Rp19,95 miIiar pada Tahun Anggaran 2026 oleh Pemkot Tangsel.
"Hemat saya ini bisa dibaca sebagai strategi efisiensi fiskal," kata Herry seperti dikutip, Selasa (14/7).
Dia menuturkan Pemkot Tangsel menghindari beban biaya perawatan mobil dinas sebagai aset dan bisa menghemat anggaran daerah dengan kebijakan menyewa.
"Ya, dengan menyewa, pemerintah menghindari beban jangka panjang berupa perawatan aset yang sudah melewati umur ekonomis, sekaligus menjaga fleksibilitas anggaran agar tidak terkunci pada belanja modal besar," lanjutnya.
Herry memandang model kebijakan tersebut sebagai bentuk mitigasi risiko fiskal, yakni biaya sewa lebih mudah diprediksi, tidak menambah beban aset tetap.
"Kemudian memungkinkan penyesuaian kebutuhan kendaraan sesuai periode kontrak," katanya.
Hanya saja, Herry memandang bahwa Pemkot Tangsel harus melihat efektivitasnya, tetap bergantung pada transparansi kontrak dan akuntabilitas penyedia.
Direktur Eksekutif CISA Herry Mendrofa menyebut Pemkot Tangsel menghindari beban biaya perawatan dengan kebijakan menyewa kendaraan dinas.
- Pemkot Dukung Langkah PCNU Tangsel Hadapi Disrupsi Digital
- Demi Reformasi Birokrasi, Diskominfo Tangsel Singgung Komitmen Transparansi
- Demi Akselerasi Digital ke Ponpes, Pemkot Tangsel Teken Kerja Sama Bareng FSPP
- Pemkot Tangsel Salurkan 50 Ribu Air Bersih ke Daerah Terdampak Kemarau
- Ingin Wujudkan Tangsel Nol Kasus Stunting, Tangsel Genjot Pencegahan dari Prakehamilan
- Kebijakan Sewa Randis Pemkot Tangsel Dianggap Pilihan Cerdas Demi Hemat Anggaran
JPNN.com




