Soal Kontroversi Irjen Andi Rian, Bambang Rukminto Singgung Manajemen SDM Polri

Soal Kontroversi Irjen Andi Rian, Bambang Rukminto Singgung Manajemen SDM Polri
Pengamat Kepolisian dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) Bambang Rukminto. ANTARA/Dokumentasi Pribadi

jpnn.com, JAKARTA - Pengamat kepolisian dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) Bambang Rukminto menyoroti kontroversi terkait promosi jabatan Irjen Andi Rian Djajadi menjadi Kapolda Kalimantan Selatan (Kalsel).

Sebelumnya, Indonesia Police Watch (IPW) juga melontarkan kritik terhadap Irjen Andi Rian yang dianggap tidak profesional terkait penanganan kasus

Bambang menilai promosi jabatan Andi Rian merupakan bukti kegagalan manajemen SDM Polri. Terlebih lagi perwira tinggi Polri itu diduga terseret dugaan pemerasan terhadap pengusaha Tony Sutrisno, pelapor kasus penipuan jam tangan mewah Richard Mille.

"Saya sampaikan promosi Andi Rian sebagai kegagalan manajemen SDM di tubuh Polri," kata Bambang dalam keterangan di Jakarta, Minggu (4/11).

Selain itu, penanganan kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir J oleh Ferdy Sambo yang terjadi saat Andi menjabat dirtipidum Bareskrim Polri juga belum tuntas.

"Penyelesaian kasus Sambo yang menjadi salah satu tanggung jawabnya (Andi, red) juga belum bisa dikatakan tuntas 100 persen, kenapa tiba-tiba dipromosikan," ucap Bambang.

Selain itu, saat masih di Bareskrim, Irjen Andi Rian juga menjadi sorotan publik atas gaya hidupnya yang dianggap hedonisme. Hal tersebut dinilai Bambang kian menguatkan asumsi yang berkembangan di masyarakat terkait dugaan pemerasan.

"Bahwa pungli, pemerasan, dan lain-lain itu untuk menutupi biaya hidup hedon," ujar Bambang.

Bambang Rukminto menilai promosi jabatan Irjen Andi Rian menjadi Kapolda Kalsel bentuk kegagalan manajemen SDM Polri. Begini analisisnya.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News