Soal Rekrutmen PPPK 2019, Honorer K2 Sebut Pemerintah Ingkar Janji Lagi

Soal Rekrutmen PPPK 2019, Honorer K2 Sebut Pemerintah Ingkar Janji Lagi
Para tenaga honorer K2 dan non-K2 usai audiensi dengan Bupati Magetan Suprawoto di Pendapa Surya Graha, Senin. Foto: Choirun Nafia/Radar Magetan/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Rekrutmen PPPK (pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja) tahap II 2019 rencananya bukan hanya untuk honorer K2 dan nonkategori. Namun, juga untuk pelamar umum.

Hal tersebut diprotes keras. Honorer K2 menilai kebijakan tersebut sama halnya mematikan mereka.

"Kebijakan pemerintah tidak sesuai dengan rencana awal yang akan memberikan prioritas bagi honorer K2 di tahap II. Ini sama saja membunuh secara perlahan honorer K2," kata Dani Hamdani, guru honorer K2 Kabupaten Garut kepada JPNN, Minggu (23/6).

Dani sudah ikut tes PPPK tahap I. Sayangnya guru honorer yang sudah bersertifikasi ini gagal karena tidak lolos passing grade.

Dia menyebutkan, pernyataan Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima Haria Wibisana sangat melukai honorer K2 yang tidak lulus tes dan belum ikut rekrutmen.

BACA JUGA: Rekrutmen PPPK Tahap II Bukan Hanya untuk Honorer K2

Pemerintah membuat kebijakan untuk PPPK tahap II dibuka untuk umum, dengan alasan demi memenuhi rasa keadilan. Namun, giliran ada rekrutmen CPNS, peluang honorer K2 dibatasi masalah umum.

"Kebijakan pemerintah tentang PPPK baru kali ini dikeluarkan. Lahirnya PP 49/2018 tentang Manajemen PPPK juga baru kemarin. Pemerintah juga janji dengan adanya PPPK untuk mengakomodir honorer K2 tapi sekarang malah dibuka untuk umum. Berarti kebijakan pemerintah sudah keliru dan ingkar janji," kritik Dani.

Rencana pemerintah melakukan rekrutmen PPPK tahap II 2019 bukan hanya untuk honorer K2 dankategori, diprotes honorer K2.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News