Soal Rencana Kendaraan Listrik Nasional, INDEF Beri Peringatan

Soal Rencana Kendaraan Listrik Nasional, INDEF Beri Peringatan
Pengunjung mengamati mobil listrik nasional dengan merek i2C ((Indigenous Indonesian Car) yang hadir di ajang pameran otomotif di Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2025 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Serpong, Kabupaten Tangerang, Banten, Minggu (27/7/2025). Teknologi Militer Indonesia (TMI), yayasan di bawah Kementerian Pertahanan, resmi memperkenalkan proyek mobil nasional berbasis baterai EV0 yang dinamai i2C.

"Namun, masih ada regulasi yang cenderung tumpang tindih, bahkan ada yang cenderung kontraproduktif," ujar Esther di Jakarta.

Dia menilai insentif masih dibutuhkan, baik untuk mendorong masyarakat beralih ke kendaraan listrik maupun menopang pertumbuhan industri dalam negeri.

Tanpa kebijakan yang konsisten, perubahan skema perpajakan justru bisa membuat konsumen berpikir ulang menggunakan kendaraan listrik.

Di sisi lain, membangun merek kendaraan listrik nasional bukan perkara sederhana.

Pemerintah masih perlu menjawab tantangan teknologi, riset dan pengembangan, hingga ketersediaan rantai pasok komponen.

Esther mendorong peningkatan anggaran riset sekaligus kolaborasi yang lebih erat antara pemerintah, perguruan tinggi, dan industri.

"Saya yakin ini harus ada kolaborasi antara pemerintah sebagai yang mengeluarkan regulasi, kemudian kampus yang melakukan research and development, dan tentu saja pelaku usaha," katanya.

 

Rencana pemerintah membangun kendaraan listrik nasional mendapat perhatian dari pengamat ekonomi.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News