Soal Rencana Kendaraan Listrik Nasional, INDEF Beri Peringatan
"Namun, masih ada regulasi yang cenderung tumpang tindih, bahkan ada yang cenderung kontraproduktif," ujar Esther di Jakarta.
Dia menilai insentif masih dibutuhkan, baik untuk mendorong masyarakat beralih ke kendaraan listrik maupun menopang pertumbuhan industri dalam negeri.
Tanpa kebijakan yang konsisten, perubahan skema perpajakan justru bisa membuat konsumen berpikir ulang menggunakan kendaraan listrik.
Di sisi lain, membangun merek kendaraan listrik nasional bukan perkara sederhana.
Pemerintah masih perlu menjawab tantangan teknologi, riset dan pengembangan, hingga ketersediaan rantai pasok komponen.
Esther mendorong peningkatan anggaran riset sekaligus kolaborasi yang lebih erat antara pemerintah, perguruan tinggi, dan industri.
"Saya yakin ini harus ada kolaborasi antara pemerintah sebagai yang mengeluarkan regulasi, kemudian kampus yang melakukan research and development, dan tentu saja pelaku usaha," katanya.
Rencana pemerintah membangun kendaraan listrik nasional mendapat perhatian dari pengamat ekonomi.
- Yadea OVA Mini Padukan Gaya, Kepraktisan, dan Teknologi
- Resmi Meluncur, Suzuki e-Sky Tawarkan Jarak Tempuh 310 Km, Harga Rp200 Jutaan
- Nora EV Metro: Tampang Alphard Harga Kaki Lima
- Motul Merilis IPONE Shogun 2R di Malang Adventure Trail 2026
- Triumph Siapkan Model Anyar Bonneville T40 hingga Street Triple 798
- Renault Kucurkan Investasi Rp200 Triliun untuk Garap EV dan Mobil Murah
JPNN.com




