Soal Seruan IRGC Iran, Tegar Bimantoro: Alarm Keras Bagi Aktivasi Sel Tidur Terorisme di Indonesia
Langkah ini makin diperkuat setelah Uni Eropa resmi mendeklarasikan IRGC sebagai organisasi teroris pada Januari 2026 lalu, menyusul keterlibatan siber dan jaringan asimetris mereka yang dianggap mengancam keamanan global.
Bagi Indonesia, ancaman IRGC untuk memperluas medan perang ke luar Timur Tengah bukanlah sekadar retorika geopolitik yang jauh.
Kriminolog yang berfokus pada isu terorisme, Tegar Bimantoro menilai dampak paling instan dan berbahaya bagi Indonesia bukanlah serangan militer langsung, melainkan manifestasi kriminalitas ideologis di dalam negeri.
Meskipun secara geografis Indonesia tidak termasuk dalam wilayah Timur Tengah maupun Asia Barat, pernyataan IRGC ini tetap akan menimbulkan efek domino yang signifikan bagi kelompok-kelompok radikal di Indonesia.
Dinamika ini membuka ruang bagi munculnya multiperspektif dan banyak skenario ancaman yang harus dipetakan untuk analisis keamanan ke depan ujar Tegar Bimantoro.
Namun, untuk membaca arah gerak jangka pendek, Tegar menyoroti dua skenario krusial yang saat ini sedang terjadi di permukaan:
Dua Skenario Utama yang Sedang Berjalan
1. Aktivasi Sel Tidur dan Aksi Lone Wolf
Tegar Bimantoro menilai dampak paling instan dan berbahaya bagi Indonesia bukanlah serangan militer langsung, melainkan manifestasi kriminalitas ideologis.
- Balas Serangan AS, IRGC Serang 2 Pangkalan di Yordania
- Jateng Jajaki Kerja Sama dengan Iran, Gubernur Luthfi Bidik Transfer Teknologi dan Investasi
- Tak Semua Tentang Juara, Piala Dunia 2026 Menyimpan Banyak Cerita Tak Terduga
- Iran Sesumbar Siap Menyambut Tentara Amerika di Pulau Kharg, Tunggu Tanggal Mainnya!
- 2 Tanker Meledak di Hormuz, Iran Malah Sebut Gegara Amerika
- AS Bersiap Melakukan Serangan Militer Berskala Besar ke Iran
JPNN.com




