Soal WNI Ditahan di Myanmar, Pimpinan DPR Singgung Opsi OMSP
jpnn.com, JAKARTA - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Sufmi Dasco Ahmad mengusulkan pemerintah melaksanakan upaya diplomasi menyikapi kabar selebgram AP yang ditahan junta Myanmar.
Dia berkata demikian demi menanggapi pertanyaan awak media soal kabar WNI ditahan di Myanmar atas tuduhan terlibat kelompoo terlarang.
"Kami mendorong pemerintah untuk terus melakukan diplomasi untuk WNI dan segenap tumpah darah Indonesia," kata Dasco menjawab pertanyaan awak media di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (3/7).
Namun, kata Ketua Harian Gerindra itu, DPR akan mendorong pemerintah mengaktifkan opsi operasi militer selain perang (OMSP) demi menyelematkan WNI di Myanmar.
"Apabila diplomasi gagal, kami akan mendorong pemerintah untuk mengeluarkan opsi operasi militer selain perang. Demikian," kata Dasco.
Dia mengatakan Undang-Undang Tentang TNI memungkinkan negara menerapkan OMSP untuk menyelamatkan WNI.
"Operasi militer di luar perang, itu dijamin dalam undang-undang TNI yang baru," kata dia.
Sebelumnya, anggota Komisi I DPR Abraham Sridjaja meminta pemerintah melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu) memperhatikan nasib AP, WNI yang ditahan di Myanmar.
Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad menyinggung OMSPmenyikapi kabar selebgram dan WNI berinisial AP yang ditahan di Myanmar.
- Ada Isu Pertumbuhan Ekonomi ketika Chatib Menghadap Prabowo, Hmm...
- Revisi UU Kehutanan, PDIP Minta Transparansi Sewa Lahan Tambang
- KPK Ungkap Tiga Tersangka Lain Kasus Suap Muara Enim
- DPR Setujui RUU Polri, Direktur LIMA: Alih-Alih Mereformasi Polisi, Malah Bikin Repot Lagi
- Anggota DPR: Pelecehan Online Membungkam Pemimpin Perempuan
- KPK Tahan Dua Tersangka Baru Kasus Korupsi Kuota Haji
JPNN.com




