Solusi Alih Daya Bagi BUMN di Era Danantara Menghadapi Tantangan Global

Oleh: Arief Poyuono*

Solusi Alih Daya Bagi BUMN di Era Danantara Menghadapi Tantangan Global
Arief Poyuono. Foto: supplied

jpnn.com - Di tengah derasnya arus globalisasi dan tekanan efisiensi, BUMN kita sedang berada di persimpangan. Di satu sisi negara menuntut BUMN menjadi mesin pertumbuhan ekonomi, penopang layanan publik, dan agen pembangunan.

Di sisi lain, standar tata kelola global, persaingan pasar, hingga agenda keberlanjutan menuntut BUMN bergerak lebih cepat, lebih ramping, dan lebih profesional.

Kehadiran BPI Danantara sebagai instrumen baru penguatan pengelolaan BUMN justru menegaskan satu hal: era “bisnis seperti biasa” sudah selesai. Restrukturisasi, efisiensi, dan fokus pada bisnis inti bukan lagi pilihan, melainkan keharusan.

Pertanyaannya kemudian: bagaimana BUMN melakukan lompatan besar itu tanpa mengorbankan operasional dan pelayanan kepada rakyat? Jawabannya ada pada satu instrumen yang sering disalahpahami: alih daya atau outsourcing.

BUMN Dihimpit 3 Tekanan Besar

Tantangan BUMN hari ini bukan main-main.

Pertama, tuntutan tata kelola. OECD dan pemerintah terus mendorong akuntabilitas, transparansi, dan peran dewan komisaris-direksi yang jelas. BUMN dituntut setara dengan perusahaan swasta dalam kepatuhan, tapi tetap memikul mandat negara. Ini membuat beban birokrasi dan kepatuhan semakin berat.

Kedua, persaingan global. Sekitar 70% BUMN beroperasi di sektor yang sangat kompetitif: logistik, manufaktur, pariwisata, telekomunikasi. Pelanggan menuntut layanan cepat. Kompetitor swasta bergerak lincah. Jika BUMN masih sibuk mengurus fungsi non-inti, kita akan kalah start.

Ketiga, agenda keberlanjutan dan investasi asing. Dunia kini menilai perusahaan bukan hanya dari laba, tapi dari jejak karbon dan dampak sosial. Sementara itu, pengawasan investasi asing semakin ketat. BUMN harus pintar mengelola risiko, mata uang, dan regulasi lintas negara.

Kehadiran BPI Danantara sebagai instrumen baru penguatan pengelolaan BUMN justru menegaskan satu hal: era 'bisnis seperti biasa' sudah selesai.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News