Solusi Sementara, Guru di Sekolah Rakyat Diisi PPPK Pemda
jpnn.com - CIREBON – Peserta didik Sekolah Rakyat di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, dijadwalkan masuk ke asrama pada 11-13 Juli 2026.
Namun, hingga saat ini belum ada kepastian dari pemerintah pusat mengenai siapa saja guru yang akan ditugaskan di Sekolah Rakyat.
Menyikapi masalah tersebut, Pemerintah Kabupaten Cirebon mengambil opsi untuk menyiapkan tenaga pendidik sementara guna mendukung operasional Sekolah Rakyat, sambil menunggu penempatan guru dari pemerintah pusat.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Cirebon Hendra Nirmala mengatakan langkah tersebut dilakukan agar kegiatan belajar mengajar dapat dimulai sejak hari pertama siswa menempati asrama.
“Kami menyiapkan guru sementara agar proses belajar mengajar bisa langsung berjalan ketika para siswa mulai masuk asrama,” katanya di Cirebon, Selasa (30/6).
Dia menyampaikan peserta didik dijadwalkan masuk ke asrama pada 11-13 Juli 2026 sebagai bagian dari tahapan awal penyelenggaraan Sekolah Rakyat di Kabupaten Cirebon.
Menurut Hendra, kebutuhan tenaga pendidik sementara akan dipenuhi dari aparatur berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di lingkungan Pemkab Cirebon.
Pada tahap awal, kata dia, Sekolah Rakyat membutuhkan lima guru untuk jenjang Sekolah Dasar (SD).
Belum ada kepastian dari pemerintah pusat mengenai siapa saja guru yang akan ditugaskan di Sekolah Rakyat, solusi sementara diambilkan dari PPPK.
- DPR & Pemerintah Diimbau Pakai Database BKN agar PPPK & P3K Paruh Waktu Tidak Kisruh
- DPR dan Pemerintah Ditenggat Sebulan Tuntaskan 4 Tuntutan PPPK & PPPK Paruh Waktu
- 5 Berita Terpopuler: Batalkan Demo 7 September, Data PPPK Sudah di Tangan Dasco dan Mensesneg, Sindiran Terbuka Muncul
- Pertemuan 10 Pimpinan Forum PPPK dan PPP Paruh Waktu dengan Pak Dasco Berbuah Manis
- Pembayaran Gaji PNS, PPPK, dan P3K Paruh Waktu Terlambat Semua, Oh Ternyata
- Ada Isu terkait Gaji PNS dan PPPK, Menkeu: Kalau Pemdanya yang Mengatur ya Saya Enggak Tahu
JPNN.com




