Soroti Kebijakan Pertahanan, BJORKA 98 Dorong Evaluasi Peran Kemenhan
jpnn.com, JAKARTA - Barisan Jaringan Organisasi Kampus 98 (BJORKA 98) menggelar diskusi publik bertajuk “Kajian Kritis terhadap Pertahanan Negara” di kawasan Cikini, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (20/4).
Kegiatan ini diinisiasi oleh para mantan aktivis 1998 sebagai respons atas dinamika kebijakan pertahanan nasional yang dinilai memerlukan perhatian serius.
Dalam forum tersebut, para pembicara menyoroti pentingnya pertahanan negara sebagai upaya menjaga kedaulatan, keutuhan wilayah, dan keselamatan bangsa.
Mereka juga mengaitkan isu pertahanan dengan kondisi geopolitik global, seperti konflik Rusia dan Ukraina serta ketegangan di Timur Tengah yang dinilai berpotensi berdampak luas.
Oversight of Indonesia's Democratic Policy Setyo Purwanto menegaskan bahwa konsep pertahanan tidak hanya bertumpu pada kekuatan militer semata.
“Perang bukan hanya tentang jumlah tentara dan kecanggihan alutsista semata, bahkan harus lebih melihat pertahanan dalam jangka panjang dari segi yang lain,” ujarnya.
Sejumlah narasumber juga mengkritisi peran Kementerian Pertahanan (Kemenhan) yang dinilai perlu kembali fokus pada tugas pokok dan fungsinya.
Hari Purwanto dari Studi Demokrasi Rakyat, menilai kebijakan yang tidak selaras dengan prinsip konstitusi dapat berdampak pada tata kelola pemerintahan.
BJORKA 98 soroti kebijakan pertahanan, dorong evaluasi peran dan anggaran Kemenhan.
- Sengketa Lahan TNI AL dan Masyarakat Pasuruan, Kemendagri Bicara Data
- Lanud Adisutjipto dan Husein Sastranegara Akan Buka Lagi Penerbangan Komersial
- TNI Dikritik karena Urus Begal, Kemenhan Merespons Begini
- Peneliti Soroti Keberadaan DPN Hingga Singgung Dominasi Kemenhan
- Kemenhan Bahas Kerja Sama Akses Militer Asing di Wilayah Udara Indonesia, Connie Bakrie Merespons
- Pemerintahan Prabowo Jadi Beli 24 Jet Tempur Rafale?
JPNN.com




