Soroti Polemik Film Pesta Babi, Prof. Sam'un Ajak Publik Melihat Papua Secara Utuh

Soroti Polemik Film Pesta Babi, Prof. Sam'un Ajak Publik Melihat Papua Secara Utuh
Flayer film Pesta Babi. Foto: @Dandhy_Laksono di media sosia X.

jpnn.com - Akademisi dan pemerhati sosial politik Prof. Sam’un Jaja Raharja menilai polemik terkait film Pesta Babi perlu dilihat secara jernih, proporsional, dan tidak emosional.

Dia memandang sebagai sebuah karya dokumenter, film tersebut tetap memiliki nilai sebagai ruang refleksi publik, namun harus dibaca secara kritis dan tidak dilepaskan dari data serta realitas lapangan.

"Sebagai sebuah karya dokumenter, film ini sangat baik. Semoga menjadi pembelajaran bagi semua pihak," ujar Prof. Sam’un Jaja Raharja, dalam keterangan diterima Kamis (14/5/2026).

Prof. Sam'un menegaskan bahwa demokrasi tidak dapat dipahami secara hitam-putih. Demokrasi merupakan realitas hidup dalam sebuah negara yang memberi ruang bagi kebebasan, kritik, dan perbedaan pandangan, tetapi juga menuntut tanggung jawab moral dari setiap aktor publik.

"Kebebasan memang dijamin oleh konstitusi. Namun, kebebasan juga harus disertai tanggung jawab moral, terutama apabila sebuah narasi berpotensi menimbulkan ketidakpastian atau ketidaksinkronan antara data dan fakta," tuturnya.

Menurutnya, karya seni, kritik, dan ruang diskusi tidak boleh diperlakukan sebagai ancaman. Jika sebuah karya menimbulkan perdebatan, maka respons terbaik bukanlah pembatasan, melainkan dialog terbuka yang berbasis argumentasi.

"Kampus bukan ruang steril yang hanya boleh diisi pandangan seragam. Universitas hidup dari perdebatan, kritik, dan pertarungan gagasan. Kalau ruang diskusi dibatasi, maka kampus kehilangan fungsi intelektualnya," ujarnya.

Walakin, Prof. Sam’un mengingatkan bahwa film dokumenter tersebut juga perlu dibaca dengan sikap kritis. Dia menilai terdapat dugaan bahwa konstruksi sinematografi dan narasi dalam film Pesta Babi disusun dari sudut pandang tertentu, sehingga berpotensi belum sepenuhnya merepresentasikan realitas lapangan secara utuh.

Akademisi dan pengamat sosial politik Prof. Sam’un Jaja Raharja menilai polemik terkait film Pesta Babi perlu dilihat secara jernih, proporsional.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News