Sosis Jadi Bagian Tak Terpisahkan Politik Australia

Sosis Jadi Bagian Tak Terpisahkan Politik Australia
Sosis, salah satu makanan olahan.

jpnn.com - Soal siapa yang akan dipilih sudah pasti dipikirkan. Tapi, ada juga hal lain yang bisa jadi ada dalam benak pemilih di pemilu federal Australia saat berangkat ke bilik suara: di mana bisa mendapatkan sosis.

’’Hai semuanya, katakan di mana kalian akan mendapatkan sosis panggang besok #democracysausage,’’ ujar Kimberly Seats menurut CNN, mengulang cuitan yang dia tulis pada 2013.

Ketika itu, Seats tengah berbincang dengan teman-temannya saat malam sebelum pemilu Negara Bagian Australia Barat. Dia menyiratkan ajakan agar kenalannya di lingkaran media sosial bisa ikut memberikan suara.

Seats dan teman-temannya tidak mengklaim sebagai pencipta frasa ’’sosis demokrasi’’ itu. Yang pasti, sejak itu, ’’sosis demokrasi’’ tersebut menyebar ke mana-mana. Terutama lewat platform media sosial: Twitter, Facebook, dan Instagram.

Hingga akhirnya, pada 2016 sosis demokrasi itu secara resmi masuk leksikon. Saat Australian National Dictionary Center menabalkannya sebagai ’’kata (atau frasa) tahun ini’’.

Jadilah kini pertanyaan ’’di mana bisa mendapatkan sosis” saat hari pencoblosan itu setara dengan pertanyaan ’’nyoblos di mana’’. Atau semacam ajakan untuk datang ke bilik suara.

’’Demokrasi Australia tak lengkap tanpa aroma sosis panggang,’’ ujar Malcolm Turnbull saat Pemilu 2016 sebagaimana dilansir The Guardian. Saat itu, Turnbull masih berstatus perdana menteri.

BACA JUGA: Tuding Petahana Curang, Oposisi Australia Tetap Legawa Mengaku Kalah

Soal siapa yang akan dipilih sudah pasti dipikirkan. Tapi, ada juga hal lain yang bisa jadi ada dalam benak pemilih di pemilu federal Australia saat berangkat ke bilik suara: di mana bisa mendapatkan sosis.

Sumber Jawa Pos

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News