SPKS Desak Dana Sawit BPDP untuk Dialokasikan Bantu Korban Banjir Sumatra
jpnn.com, JAKARTA - Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS) mendorong penggunaan dana Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) segera dialokasikan guna membantu petani sawit rakyat yang terdampak banjir di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
Ketua Umum SPKS, Sabarudin, menyampaikan skala dampak bencana saat ini sangat besar, dengan sedikitnya 1 juta petani sawit rakyat kehilangan akses menuju kebun dan mengalami gangguan pendapatan.
“Ketika satu juta petani terdampak, ini bukan sekadar bencana biasa. Ini situasi yang membutuhkan respons cepat, terarah, dan berpihak kepada petani,” kata Sabarudin saat dihubungi (13/12).
Sabarudin menekankan bahwa dana sawit yang dikelola BPDP berasal dari pungutan ekspor yang dihimpun dari kontribusi petani dan pelaku industri dalam negeri, dengan nilai sekitar Rp30–50 triliun per tahun.
Karena itu, menurutnya, sudah sewajarnya dana tersebut digunakan untuk membantu petani saat mereka berada dalam kondisi sulit.
“Ini menyangkut keberlangsungan hidup jutaan keluarga petani sawit,” katanya.
Dia menjelaskan bahwa banjir besar di tiga provinsi tersebut telah memutus akses jalan, merusak kebun, dan menghambat perputaran ekonomi di tingkat petani.
Dukungan dana sawit, menurutnya, menjadi bentuk kehadiran negara untuk membantu pemulihan kehidupan para petani.
SPKS mendorong dana BPDP untuk segera dialokasikan guna membantu petani sawit rakyat yang terdampak banjir di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
- Hutan yang Jadi Kebun Sawit di Bengkalis Terbakar, JFP Ditangkap Polisi
- Margin Fee Ekspor Berpotensi Tekan Harga TBS, SPKS Minta Pemerintah Lindungi Petani
- Seskab Teddy Pastikan Bantuan Bencana Tepat Sasaran, Pengamat Beri Apresiasi
- Human Initiative Kirim Bantuan Darurat untuk Warga Nagekeo NTT
- Astra Kirim Bantuan 5.000 Paket Sembako hingga Starlink ke NTT
- Polda Riau Tangkap 2 Pelaku Karhutla yang Bakar 4 Hektare Lahan di Bengkalis
JPNN.com




