Sri Buddha: Karena Hari Ini Tumbuh Masa Lalu
Ajaran Buddhi inilah -sebagaimana ditulis di halaman terakhir buku Karena Hari Ini Tumbuh Masa Lalu--yang dijadikan kurikulum ajar di Kadatuan Sriwijaya.
Yang menarik, dalam buku ini Wenri menyebut, "Indra Jati dari Hyang sang pembawa ajaran Buddhi yang kami kenal sebagai leluhur kami di Sumatra, ternyata di Pulau Jawa dikenal bernama Semar. Beliaulah satu di antara tokoh dalam cerita Wirupa Borobudur."
Itu narasi baru. Semar memang tokoh legendaris di Bumi Jawa. Namun, bahwa kisah beliaulah yang terukir di relief Borobudur, itu bukan berita biasa.
Untuk hal ini Wenri merendah.
Wenri Wanhar. Foto: source for JPNN
"Cerita ini hanyalah segenggam daun di antara rimbunnya dedaunan di hutan. Bila ada kebenarannya, ia hanya segenggam, di antara banyak sekali kebenaran yang lain. Ketika menjemputnya di kelampauan, kita ditunjuk ajar untuk jangan pernah merasa paling benar. Dan ajaran Buddhi mengajarkan, bila berani menyalahkan orang lain, maka sebenarnya kita sudah salah duluan," ujar Wenri.
Dia mengakui belum semua hal tentang Borobudur dia dapat. Misal, dari beberapa tokoh dalam cerita Wirupa Borobudur, hanya seorang yang dia dapat tahu. Ialah Indra Jati dari Hyang alias Hyang Semar.
Lainnya, meski ada satu tokoh lagi yang dia duga, tetapi karena belum terverifikasi, dia tidak berani memastikan.
Melalui karyanya, Wenri Wanhar berbagi cara membaca relief Borobudur. Sebenarnya ini rahasia...
- Prambanan hingga Borobudur Difungsikan Jadi Ruang Ibadah, Potensi Besar Wisata Religi
- Fauka Noor Farid Pimpin Lindu Aji Culture Fest 2026 di Borobudur, Santuni 550 Anak Yatim
- Wamen Ekraf & Puteri Indonesia 2026 Suarakan Misi Perdamaian Dunia di Borobudur
- Lingga Yoni Sriwijaya, Sisi Lain Keagungan Sejarah
- Libur Natal & Tahun Baru, Pengunjung Candi Borobodur Diprediksi Mencapai 170 Ribu
- Persiapkan Ruwat Rawat Borobudur, Warga Desa Gelar Jagongan Magelangan Gali Potensi Wisata
JPNN.com




