Srikandi Jaga Desa, Pilar Ketahanan Ekonomi Perempuan Nusantara
jpnn.com, JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pada 2024, sebanyak 64,5 persen pelaku UMKM di Indonesia adalah perempuan.
Angka itu setara dengan sekitar 37 juta orang, dan berkontribusi menyumbang hingga 61 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
Perempuan desa selalu menjadi garda terdepan dalam menjaga ketenteraman keluarga dan lingkungan sekitarnya.
Ketua Umum DPP Srikandi Jaga Desa, Ella Nurlaela Tubagoes, menyampaikan melalui gerakan Srikandi Jaga Desa, peran natural tersebut diperkuat menjadi sebuah inisiatif nasional yang solid.
Menurut Ella, para perempuan kini didorong untuk turun tangan langsung memastikan generasi muda tumbuh di lingkungan yang sehat dan aman dari berbagai pengaruh destruktif yang mengancam masa depan.
“Lebih dari itu, kaum perempuan juga mengambil porsi penting dalam merawat keutuhan ruang hidup serta warisan komunal,” ujar Ella.
Dia menuturkan untuk menopang peran krusial tersebut, kemandirian ekonomi masyarakat menjadi kunci utama yang terus dibangun dan memfasilitasi perempuan pedesaan untuk menggerakkan roda UMKM serta mengoptimalkan potensi lokal.
“Praktik di lapangan menunjukkan peningkatan kemandirian ekonomi dan keterlibatan perempuan berkontribusi langsung pada menguatnya ketahanan desa,” ungkap Ella.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pada 2024, sebanyak 64,5 persen pelaku UMKM di Indonesia adalah perempuan.
- UMKM Binaan Pertamina Raih Omzet Rp 8,57 Miliar Sepanjang Semester I 2026
- Taj Yasin Dorong Pemerataan EBT demi Perkuat Ketahanan Energi dan Ekonomi di Jateng
- PT Sumalindo Hutani Jaya II Edukasi Pelajar Cegah Karhutla Sejak Dini
- Melemah di Pembukaan, Rupiah Diperkirakan Konsolidatif Sepanjang Rabu
- Begini Tujuan Pemerintah Jadikan Ojol Sebagai Pelaku UMKM
- Lewat Klinik Ekspor, Tim Bea Cukai Malang Mendampingi Pelaku UMKM Kembangkan Bisnis
JPNN.com




