Stok Beras Nasional Tembus 4,2 Juta Ton, Indonesia Bakal Setop Impor Tiga Bulan Lagi
jpnn.com, JAKARTA - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan stok beras nasional menembus 4,2 juta ton.
Hal itu diungkapkan Amran saat berada di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis, 9 Oktober 2025.
Menurut Amran, harga beras di pasar pun mulai mengalami penurunan.
“Ini pertama dalam sejarah Indonesia stoknya 4,2 juta ton selama merdeka. Bulog berdiri tahun 1969, ini pertama dalam sejarah, tidak pernah terjadi. Stok tertinggi, kemudian NTP naik, dan ada yang menarik adalah penyumbang PDB tertinggi pertama, itu jawara adalah pertanian dalam sejarah,” ungkap Amran usai rapat terbatas bersama Prabowo di Istana Negara, Kamis (9/10).
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pada September 2025 terjadi deflasi beras sebesar 0,13 persen, capaian pertama dalam lima tahun terakhir di masa paceklik.
“Khusus bulan ini, beras terjadi deflasi, yaitu minus 0,13 persen. Lima tahun terakhir, ini pertama di bulan September, di saat paceklik. Itu bisa ditunjukkan datanya, data inflasi minus 0,13 persen,” tuturnya.
Menurut Amran, FAO (Organisasi Pangan Dunia) bahkan memprediksi kenaikan produksi beras Indonesia sebagai nomor dua terbesar di dunia.
“Dan nilai tukar petani (NTP) juga naik tajam, mencapai 124,36 persen, jauh di atas target Kementerian Keuangan sebesar 110 persen. Ini bukti nyata kesejahteraan petani meningkat,” ujarnya.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan stok beras nasional menembus 4,2 juta ton.
- Pastikan Stok Beras Aman, Novita Wijayanti Cek Gudang Bulog Gumilir Cilacap
- Kepala Bapanas: Impor Hanya 5 Persen, Indonesia Resmi Capai Swasembada Pangan
- Mentan Amran Bawa Pengamat Cek Gudang Bulog, Begini Kritik Pedas Defiyan Cori
- Stok Beras RI Tembus 5 Juta Ton, Wamentan Sudaryono: Tertinggi Sepanjang Sejarah
- Mantap! Stok Beras Tembus 5 Juta Ton, BULOG Cetak Rekor Sepanjang Sejarah
- Kutip Taklimat Presiden, Sekjen DPD: Kolaborasi Kunci Percepat Pembangunan Daerah
JPNN.com




