Strategi UMKM Bersaing di Pasar Karpet Proyek Institusional
jpnn.com, JAKARTA - Persaingan pasar karpet untuk proyek berskala besar selama ini banyak dikuasai produk impor.
Namun di tengah persaingan itu, sebuah brand lokal bernama Modern Karpet berhasil mencuri perhatian dan mendapatkan kepercayaan menggarap sejumlah proyek institusional dua tahun terakhir.
Direktur Modern Karpet, Yosua Dearma Silalahi mengungkapkan keberhasilan menembus pasar proyek institusional bukan semata soal harga yang lebih murah.
Namun, soal memberikan solusi yang tepat sesuai kebutuhan setiap proyek.
"Yang kami lihat adalah kebutuhan proyeknya seperti apa, lalu kami carikan produk yang paling sesuai," ujar Yosua.
Berada di bawah naungan PT Modern Gemilang Sejahtera, Modern Karpet awalnya hanya bermain di segmen ritel.
“Sejak 2024, brand ini mulai serius merambah proyek berskala lebih besar setelah dipercaya mengerjakan karpet untuk Hotel Monopoly Bukittinggi,” kata Yosua.
Dari titik itu, satu per satu proyek besar mulai dipercayakan kepada Modern Karpet. Beberapa diantaranya adalah Kantor Penghubung Pemerintah Aceh, Puspot dirga TNI AU, World Capital Tower, kantor PT Multi Bintang Indonesia Tbk, hingga Menara Palma.
Persaingan pasar karpet untuk proyek berskala besar selama ini banyak dikuasai produk impor.
- Perluas Kemitraan MRO & Teknologi, Vietjet Teken MoU dengan Thales dan CFM
- Andhika Satya Wasistho Desak Marketplace MBG Tak Sekadar Digitalisasi, Jadi Mesin Ekonomi & UMKM
- Menjadikan Risiko Iklim sebagai Strategi Nyata dan Standar Ketahanan Bisnis di Era Global
- Permudah UMKM, BNI & Pajakind Satukan Layanan Perbankan dengan Perpajakan Digital
- Ini Upaya Bea Cukai Malang Agar UMKM Tanaman Hias dan Keripik Tembus Pasar Ekspor
- Grab dan OVO Finansial Edukasi 1.400 Mitra GrabMerchant Seputar Bisnis & Keuangan
JPNN.com




