Strategi UMKM Bersaing di Pasar Karpet Proyek Institusional
Jumat, 14 Agustus 2026 – 19:38 WIB
Direktur Modern Karpet, Yosua Dearma Silalahi (kaus abu-abu) sedang menunjukkan produk karpetnya. Foto: source for jpnn
Perusahaan yang berlokasi Duren Sawit, Jakarta Timur ini ingin memastikan kesiapan sistem distribusi dan pengawasan lapangan lebih dulu agar kualitas layanan tetap konsisten di berbagai wilayah.
"Produk lokal sebenarnya punya kesempatan yang sangat besar untuk masuk ke proyek-proyek besar di Indonesia,” pungkas Yosua.(era/jpnn)
Persaingan pasar karpet untuk proyek berskala besar selama ini banyak dikuasai produk impor.
Redaktur & Reporter : Elvi Robiatul
BERITA TERKAIT
- Lewat Ajang Inacraft 2026, Taj Yasin Targetkan Produk UMKM Jawa Tengah Masuk Pasar Internasional
- Gubernur Ahmad Luthfi Minta 4,2 Juta UMKM di Jateng Naik Kelas
- Epson Meluncurkan Printer SureColor V4000 yang Mendukung Bisnis Terus Berkembang
- bank bjb Perkuat Ekosistem Perumahan, Pembiayaan Menjangkau Masyarakat hingga UMKM
- INACRAFT Oktober Vol. 5, Cara Bank Mandiri Suntik Semangat Youthpreneurs Kriya Lokal
- Di Tengah Gejolak Perekonomian Pendapatan IOTF Tumbuh 16%
JPNN.com




