Stres dan Diet Tinggi Protein Bisa Memicu Bau Mulut, Ini Penyebabnya
jpnn.com - JAKARTA - Bau mulut atau halitosis tidak hanya berkaitan dengan kebersihan gigi dan mulut. Tingkat stres yang tinggi serta pola makan tertentu, termasuk diet tinggi protein, juga dapat menciptakan kondisi yang mendukung berkembangnya bakteri penyebab bau mulut.
Stres dapat memicu kondisi mulut kering. Pada saat bersamaan, sisa makanan dari pola makan tinggi protein dapat menjadi sumber bagi bakteri di dalam mulut untuk berkembang.
Bakteri tersebut kemudian menghasilkan Volatile Sulfur Compounds (VSCs), termasuk hidrogen sulfida (H2S) dan metil merkaptan (CH3SH), yang berkaitan dengan munculnya bau tidak sedap dari mulut.
Masalah halitosis juga dialami oleh sebagian masyarakat Indonesia.
Berdasarkan data Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI yang dikutip dalam keterangan usmile Indonesia, masalah halitosis ditemukan pada 28,6 persen masyarakat.
Perhatian terhadap kesehatan mulut juga tidak berhenti pada persoalan bau mulut.
Studi Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia dan IQVIA pada 2024 yang dikutip dalam keterangan tersebut menyebut 62 persen responden mengalami frekuensi gigi sensitif yang tinggi.
Sebanyak 86 persen penderita juga disebut merasa cemas terhadap rasa sakit saat makan, yang dapat memengaruhi aktivitas sosial mereka.
Stres dan diet tinggi protein bisa memicu bau mulut, Country Manager usmile Indonesia dan Malaysia, Michelle ungkap penyebabnya
- 8 Manfaat Teh Ginseng, Bikin Jantung Bahagia
- 3 Manfaat Minyak Bunga Mawar yang Bikin Kaget
- Berhasil Turunkan Berat Badan Hingga 65kg, Ivan Gunawan Berbagi Kiat Ini
- 7 Khasiat Just Tomat, Ampuh Redakan Stres dengan Cepat
- 5 Khasiat Rebusan Daun Jeruk Nipis yang Baik untuk Kesehatan
- 4 Manfaat Teh Jahe, Ampuh Atasi Insomnia
JPNN.com




