Studi Jepang Soroti Perubahan Kualitas Udara Dipengaruhi Produk Tembakau yang Dipanaskan
jpnn.com, JAKARTA - Studi yang dilakukan peneliti Jepang menemukan penggunaan produk tembakau yang dipanaskan atau heated tobacco product (HTP), hanya memengaruhi sebagian parameter kualitas udara dalam ruangan.
Penelitian tersebut dilakukan dalam ruang uji dengan kondisi yang dibuat menyerupai lingkungan restoran dan hunian.
Katsunari Fujisawa dan timnya mengukur 56 parameter kualitas udara, dalam penelitian berjudul Effect of the Use of a Heated Tobacco Product on Indoor Air Quality in Environmentally-Controlled Chamber.
Sejumlah parameter yang diamati antara lain karbon monoksida, karbon dioksida, senyawa organik volatil, partikulat, logam, amonia, propilen glikol, dan gliserol.
Dalam pengujian, produk tembakau yang dipanaskan digunakan pada suhu maksimum 320 derajat Celsius dan menghasilkan aerosol.
Hasil pengukuran menunjukkan terdapat enam parameter yang mengalami peningkatan pada kondisi yang menyerupai restoran
Sementara itu, pada kondisi yang menyerupai hunian, terdapat sembilan parameter yang mengalami peningkatan.
Meski demikian, peneliti menyebut konsentrasi parameter yang meningkat masih berada di bawah batas paparan, yang ditetapkan sejumlah lembaga kesehatan dan keselamatan kerja di Jepang maupun Amerika Serikat.
Studi yang dilakukan peneliti Jepang menemukan penggunaan produk tembakau yang dipanaskan hanya memengaruhi sebagian parameter kualitas udara dalam ruangan
- Taat Aturan, CV Barakah Putra Jaya Kantongi Izin NPPBKC dari Bea Cukai
- Kualitas Udara Memburuk, Disdik Pekanbaru Terapkan PJJ Selama Dua Hari
- Rokok Ilegal Makin Marak, Ahli Ingatkan Soal Aturan IHT
- Kualitas Udara di Palembang Masuk Kategori Berbahaya, AQI Tembus 306
- Polrestabes Bandung Bongkar Lab Narkotika, Ratusan Catridge Vape Disita
- Mitos dan Fakta Mengenai Produk Tembakau Alternatif
JPNN.com




