Sudah Lama Resah, Petani Kopi di Lereng Ijen Butuh Ketenangan

Sudah Lama Resah, Petani Kopi di Lereng Ijen Butuh Ketenangan
Ribuan pekerja yang tergabung dalam Serikat Pekerja Perkebunan Nusantara XII (SPBUN NXII) mendatangi Kantor Pemerintah Kabupaten Bondowoso. Foto: dok SPBUN NXII

Kebun Rusak, Rasa Aman Hilang

Data internal perusahaan menunjukkan skala kerusakan yang tidak kecil. 

Sejak konflik mencuat pada 2023 hingga akhir 2025, tercatat sekitar 237.605 pohon kopi produktif di lahan seluas kurang lebih 170 hektar rusak akibat penebangan dan perusakan ilegal.

"Total kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp 13,5 miliar," kata Bramantyo.

Angka itu bukan sekadar statistik. 

Bagi pekerja kebun, setiap pohon kopi yang ditebang berarti berkurangnya jam kerja, ancaman terhadap keberlanjutan produksi, dan pada akhirnya, ketidakpastian pendapatan.

Di kawasan Ijen–Blawan, satu keluarga bisa bergantung sepenuhnya pada siklus panen kopi yang berlangsung setahun sekali.

Situasi memburuk sepanjang 2025. Setelah sempat mereda, aksi perusakan kembali terjadi dengan skala lebih masif dan terorganisir. 

Ribuan pekerja yang tergabung dalam Serikat Pekerja Perkebunan Nusantara XII (SPBUN NXII) mendatangi Kantor Pemerintah Kabupaten Bondowoso.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News