Sudah Serahkan Rp 50 Juta, Bangun Dapur SPPG Rp 900 juta, tetapi Kena Tipu
jpnn.com, TULUNGAGUNG - Polisi mendalami aduan dugaan penipuan terkait pendirian Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Tulungagung yang saat ini masih dalam tahap penyelidikan.
Kasatreskrim Polres Tulungagung AKP Andi Wiranata Tamba di Tulungagung, Selasa, mengatakan penyidik telah menerima aduan masyarakat dan masih melakukan pengumpulan bahan keterangan.
"Kami menerima aduan terkait dugaan penipuan pendirian dapur SPPG. Saat ini masih dalam tahap pendalaman," katanya.
Menurut Andi, aduan tersebut menyebutkan nama Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin sebagai pihak yang diadukan.
Namun, penyidik masih mengumpulkan keterangan untuk menentukan ada atau tidaknya unsur tindak pidana.
Penyidik telah memanggil sejumlah saksi untuk dimintai keterangan. Salah seorang saksi berinisial E belum memenuhi panggilan penyidik.
Berdasarkan keterangan pelapor, yang bersangkutan dijanjikan lokasi pendirian dapur SPPG di Desa Mangunsari, Kecamatan Kedungwaru.
Pelapor juga mengaku telah menyerahkan uang sebesar Rp 50 juta serta membangun dapur SPPG dengan biaya sekitar Rp 900 juta.
Polisi mendalami aduan dugaan penipuan pendirian dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
- Puluhan Siswa di Dumai Diduga Keracunan seusai Santap MBG
- Purbaya Akui Program MBG Masih Banyak Kekurangan
- Modus Penipuan Arisan Online hingga Korban Kehilangan Rp 71 Miliar
- Pegawai KPK Gadungan Beraksi di Tangsel, Lansia Jadi Korban
- Demi Kesuksesan MBG, Misbakhun Manfaatkan Reses untuk Serap Aspirasi Mitra SPPG
- KPAI Beri Alarm Keras soal MBG: Jangan Sampai Anak Jadi Korban
JPNN.com




