Sulit Naik, Rupiah Hari Ini Bisa Melorot Lagi
jpnn.com, JAKARTA - Nilai tukar rupiah pada Selasa pagi bergerak menguat tipis 11 poin atau 0,06 persen menjadi Rp 17.937 per dolar AS (USD).
Kurs rupiah pada penutupan sebelumnya berada di level Rp 17.948 per USD.
Namun, analis dari Bank Woori Saudara Rully Nova memperkirakan rupiah melemah seiring antisipasi pelaku pasar jelang Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI).
“Pelaku pasar masih hati2 mengantisipasi hasil RDG BI yang kemungkinan akan menaikkan bunga acuan menjadi 6 persen,” kata Rully, di Jakarta, Selasa.
Sebagai catatan, kenaikan BI-Rate sebesar 50 basis poin (bps) pada Mei 2026 menjadi penyesuaian pertama setelah bunga acuan berada pada level 4,75 persen sejak September 2025. Namun, rupiah masih terus melemah hingga sempat menembus level Rp18 ribu per dolar AS pada awal Juni.
Melalui Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI Mingguan pada 9 Juni 2026, BI kembali menaikkan BI-Rate sebesar 25 bps. Sejak keputusan tersebut, rupiah secara bertahap kembali bergerak di bawah level Rp18 ribu per dolar AS.
Pada RDG Bulanan 18 Juni 2026, BI juga melanjutkan pengetatan kebijakan moneter dengan kembali menaikkan BI-Rate sebesar 25 bps menjadi 5,75 persen. Selanjutnya, BI dijadwalkan kembali menggelar RDG Bulanan pada 21-22 Juli 2026.
“Kenaikan suku bunga oleh BI masih diperlukan untuk menjaga kepercayaan pasar dan menstabilkan rupiah,” kata Rully.
Nilai tukar rupiah pada Selasa pagi bergerak menguat tipis 11 poin atau 0,06 persen menjadi Rp 17.937 per dolar AS (USD).
- Apresiasi & Catatan Kritis Habib Aboe untuk Pidato Presiden Prabowo soal RAPBN 2027
- Pergerakan IHSG & Kurs Rupiah setelah Presiden Prabowo Pidato di Parlemen
- Investor Fokus Pada Pidato Prabowo, Rupiah Bergerak Positif
- Ketidakpastian Geopolitik Timteng Bikin Rupiah Sulit Bangkit
- Grace PSI Tegaskan Independensi Bank Indonesia Tak Bisa Ditawar
- Rekam Jejak Destry Damayanti hingga Diangkat Prabowo Jadi Gubernur BI
JPNN.com




