Sumardji Tak Ingin Menyalahkan Zainudin Amali Soal Kegagalan Timnas di SEA Games

Sumardji Tak Ingin Menyalahkan Zainudin Amali Soal Kegagalan Timnas di SEA Games
Ketua BTN PSSI, Sumardji saat ditemui di kawasan Senayan, Jakarta, Senin (17/11). Foto: Muhammad Naufal/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Ketua Badan Tim Nasional (BTN) Sumardji tak ingin menyalahkan siapa pun, termasuk Wakil Ketua Umum PSSI I Zainudin Amali, setelah timnas U-22 Indonesia gagal di SEA Games 2025 Thailand.

Mereka gagal mempertahankan emas dan memenuhi target Kemenpora membawa pulang medali perak.

Indonesia, yang dilatih Indra Sjafri, gagal melewati babak grup setelah dikalahkan Filipina 1-0 dan hanya menang 3-1 melawan Myanmar.

Hasil ini membuat Indonesia gagal ke semifinal dari jalur tiga juara grup dan juga runner-up terbaik.

"Saya perlu sampaikan bahwa berkaitan dengan kerja kami ini di federasi sama-sama. Jadi tidak person to person. Ini tanggung jawab kami bersama, terutama berkaitan dengan SEA Games," kata Sumardji dalam jumpa pers di Menara Mandiri II, Jakarta, Selasa.

Amali disebut-sebut beberapa pihak sebagai orang yang paling bertanggung jawab atas kegagalan Indonesia dalam SEA Games 2025.

Misalnya, pengamat sepak bola Binder Singh pernah menyoroti peran mantan Menteri Pemuda dan Olahraga itu yang disebut pihak yang memutuskan Indra kembali melatih tim SEA Games, setelah keberhasilannya pada edisi 2023.

Bahkan, target medali emas yang akhirnya berujung kegagalan total disebut berasal dari Amali. Target emas ini berbeda dengan target pemerintah melalui Kemenpora yang hanya membebankan medali perak.

Ketua BTN Sumardji enggan menyalahkan siapa pun termasuk Zainudin Amali soal kegagalan timnas di SEA Games 2025.

Sumber Antara
JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News