Sungai Jadi Bagian Penting Dari Ketahanan Air Nasional
jpnn.com, JAKARTA - Pemerintah telah meluncurkan Gerakan Nasional Ayo Muliakan Sungai untuk mendorong perubahan cara pandang terhadap sungai.
Namun, upaya mewujudkan swasembada air tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah.
Masyarakat memiliki peran penting dengan tidak membuang sampah dan limbah ke sungai, merawat saluran air, menanam pohon di kawasan resapan, membuat sumur resapan, serta memanen air hujan untuk kebutuhan rumah tangga yang tidak memerlukan air minum.
Warga juga dapat membentuk komunitas peduli sungai, melakukan kegiatan pembersihan secara berkala, melaporkan pencemaran, dan mengedukasi anak-anak agar memperlakukan sungai sebagai sumber kehidupan.
Hasil pemantauan Kementerian Lingkungan Hidup pada Semester I 2025 di 4.482 lokasi pada 1.482 sungai menunjukkan bahwa 70,7 persen lokasi pemantauan berada dalam kondisi tercemar, sedangkan 29,3 persen memenuhi baku mutu.
Momentum Hari Sungai Nasional yang diperingati setiap 27 Juli menjadi pengingat bahwa sungai merupakan bagian penting dari ketahanan air nasional.
Sungai tidak dapat lagi dipandang sebagai saluran pembuangan, melainkan sebagai aset kehidupan yang harus dijaga bersama.
Penetapan Hari Sungai Nasional juga diarahkan untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kelestarian sungai.
Dari sungai yang bersih dan dikelola bersama, swasembada air dapat tumbuh dari tingkat desa dan memberikan manfaat nyata bagi seluruh warga.
- Penjelasan Lengkap Soal Wacana Pembangunan Rusun di Atas Sungai
- Subak Bali, Kearifan Lokal Menjaga Sumber Air
- Strategi Menteri Dody Hanggodo Tangkal Bencana Kekeringan
- Gawat, Indonesia Terancam Kekeringan Nasional
- Brigjen Rico: Ekspedisi Cicatih Cetak Generasi Tangguh
- Bendungan Sidan & Keureuto Diresmikan Prabowo, Brantas Abipraya Perkuat Fondasi Ketahanan Air
JPNN.com




