Sungguh Baik Hati, Mereka Buka Pintu Rumah untuk Pengungsi

Sungguh Baik Hati, Mereka Buka Pintu Rumah untuk Pengungsi
Suasana di Pengungsian warga yaang terdampak dari aktivitas gunung Agung di GOR Suweca Gelgel, Klungkung, Bali (25/9). Ilustrasi : Raka Denny/Jawa Pos

Dia menawari mereka tinggal di rumah yang ditempatinya bersama suami, anak, dan cucu.

Rumah Ani yang berbentuk huruf U bisa menampung total sampai sekitar 80 orang.

Ada empat kamar di bagian luar bangunan utama yang disediakan untuk pengungsi.

Selain itu, masih ada tujuh kamar lagi di bagian belakang yang selama ini disewakan untuk kos.

Empat di antaranya masih disewa pengekos. Tiga lainnya diperuntukkan pengungsi.

Seluruh kamar dilengkapi toilet. Sedangkan Ani dan keluarga menempati satu kamar di bagian dalam bangunan utama.

Ibu dua anak itu menggelengkan kepala ketika Jawa Pos bertanya soal kerepotan mengurus 35 pengungsi di rumahnya. Sebaliknya, Ani malah senang.

"Bagaimana kalau dibalik? Saya yang jadi mereka. Sudah pasti bingung mencari tempat tinggal sementara," katanya.

Pengungsi Gunung Agung berlindung di rumah warga

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News