Survei Cyrus: Masyarakat Mendukung MBG, tetapi Menginginkan Perbaikan Tata Kelola

Survei Cyrus: Masyarakat Mendukung MBG, tetapi Menginginkan Perbaikan Tata Kelola
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk para siswa. Ilustrasi. Foto: Ricardo/jpnn

Alasan tersebut di antaranya pelaksanaan MBG yang dinilai kurang baik 30,1 persen, kualitas makanan yang diragukan 22,3 persen, tidak tepat sasaran 11,7 persen.

“Ini bisa menjadi saran masukan kedepan untuk Badan Gizi Nasional sebagai penyelenggara MBG,” tutur Ilhami.

Kendati ada saran perbaikan, survei juga menemukan bahwa Makan Bergizi Gratis sudah dirasakan manfaatnya secara luas dan menjadi menjadi pengetahuan umum di tengah masyarakat.

Tingkat pengetahuan dari MBG sudah mencapai 98,6 persen. Di mana 61,6 persen publik mengaku keluarganya menjadi penerima manfaat langsung MBG, dan 11,3 persen mengaku menjadi penerima manfaat tidak langsung.

"Sepertinya bekerja di dapur, dan ikut sebagai pemasok bahan pangan. Ini jumlah yang sangat besar, artinya program ini sudah secara masif ada dan dirasakan oleh masyarakat,” tambah Ilhami.

Survei yang dilakukan Cyrus Network ini melibatkan 1.260 responden yang tersebar di 126 desa/kelurahan di 38 provinsi di Indonesia pada periode 1-5 April 2026.

Survei dilakukan dengan wawancara tatap muka, responden merupakan WNI berusia minimal 17 tahun atau sudah menikah. (mcr4/jpnn)

3 alasan utama publik mendukung MBG, yaitu MBG dinilai membantu pemenuhan gizi masyarakat 31,5 persen, mengurangi beban ekonomi keluarga 28,4 persen


Redaktur : M. Adil Syarif
Reporter : Ryana Aryadita Umasugi

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News