Survei Lanskap: Elektabilitas Prabowo di Jateng & Jatim Tak Tertandingi

Survei Lanskap: Elektabilitas Prabowo di Jateng & Jatim Tak Tertandingi
Ketum Partai Gerindra Prabowo Subianto. Foto: Ricardo/JPNN

jpnn.com, JAKARTA - Direktur eksekutif Lembaga Survei dan Analisa Kebijakan Publik (LANSKAP) Mochammad Toha menyampaikan bahwa riset ilmiah yang dilakukan pihaknya memperlihatkan mayoritas masyarakat Jawa Tengah dan Jawa Timur sudah mengenal sosok Prabowo Subianto.

"Tingkat pengenalan publik terhadap tokoh-tokoh yang disebutkan di dalam pertanyaan survei baik di Jateng mapun di Jatim sudah melampaui 50%, dimana yang paling tinggi di Jateng ditempati Prabowo, Ganjar, Anies di tiga besar dan Prabowo, Khofifah dan Ganjar di peringkat tiga besar di Jatim," kata Toha dalam siaran persnya, Senin (17/4).

Lantas ketika mengenal sosok yang dipilih, Toha mempertanyakan apakah mereka suka dengan sosok-sosok tersebut. Hasilnya, ranking tertinggi masih ditempati oleh Prabowo Subianto, khususnya di Jawa Timur.

"Pada pertanyaan likeabilitas, mayoritas publik menyatakan biasa saja terhadap tokoh-tokoh yang disebutkan dalam survei di Jateng. Sementara di Jatim publik lebih umum menyatakan suka," jelasnya.

Untuk peringkatnya baik di Jateng maupun di Jatim dipuncaki oleh tokoh yang berbeda. Dijelaskan Toha, Ganjar Pranowo berada di urutan tertinggi di Jateng disusul oleh Prabowo dan Anies di tiga besar.

Sementara di Jatim, pemuncak untuk tingkat ketersukaan ditempati oleh Prabowo, Khofifah dan Ganjar. Sementara Anies tertahan diposisi ke enam di Jatim.

Lantas bagaimana dengan faktor elektabilitas, Toha menyebut Prabowo masih berada di urutan tiga besar di Jawa Tengah. Namun di Jawa Timur, masih di urutan pertama.

"Untuk elektabilitas Capres di Jateng dan Jatim menemukan hasil yang berbeda. Ganjar menempati posisi tertinggi di Jateng, disusul oleh Prabowo diposisi kedua dan Erick Thohir di posisi ketiga. Anies tercecer diposisi keenam di Jateng Ganjar hanya terpaut 4,4% saja dari Prabowo," paparnya.

Kinerja Prabowo Subianto sebagai bagian dari Kabinet Indonesia Maju dipandang telah mengamplifikasi dukungan publik kepadanya

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News