Survei LSI soal Isu Ijazah Palsu Jokowi, Begini Hasilnya

Survei LSI soal Isu Ijazah Palsu Jokowi, Begini Hasilnya
Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) seusai menjalani pemeriksaan di Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (30/4). Foto: Ricardo/JPNN

Begitu pula dari akar rumput hingga kelompok mapan, di pedesaan maupun perkotaan, dari generasi Z (di bawah 27 tahun) hingga generasi baby boomer (di atas 60 tahun), serta dari semua konstituen partai politik.

Dia membeberkan, setidaknya terdapat tiga alasan relevan mayoritas responden tidak percaya dengan isu tersebut berdasarkan hasil survei.

Pertama, kepercayaan publik yang telah terbangun selama lebih dari satu dekade pemerintahan Jokowi menjadi fondasi utama.

Dia mengatakan bahwa dalam persepsi publik, Jokowi merupakan figur yang naik dari bawah, bukan elite politik tradisional, dan rekam jejaknya sudah teruji mulai dari wali kota, gubernur DKI, hingga dua periode sebagai presiden.

"Dalam kurun waktu itu, proses administratif seperti pencalonan kepala daerah dan presiden tentu melalui tahapan verifikasi yang ketat, termasuk pengecekan dokumen ijazah oleh KPU dan instansi resmi," tuturnya.

Alasan kedua, yakni otoritas lembaga negara dan akademik telah memberikan klarifikasi yang jelas dan resmi.

Universitas Gadjah Mada (UGM) sebagai kampus tempat Jokowi menempuh pendidikan, telah menegaskan bahwa suami Iriana itu merupakan alumnus sah mereka.

Disebutkan bahwa Kepolisian, melalui Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri, juga telah melakukan verifikasi dan menyatakan bahwa ijazah tersebut asli.

Beginilah hasil survei LSI terhadap isu ijazah palsu Jokowi yang masih bergulir hingga kini. Seberapa banyak responden yang percaya? Lihat hasilnya.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News