Survei: Masyarakat Indonesia Konsumsi Camilan Melebihi Makanan Utama

Survei: Masyarakat Indonesia Konsumsi Camilan Melebihi Makanan Utama
Ki-Ka: Ahli Gizi & Founder Komunitas Gizi Nusantara, Esti Nurwanti, S.Gz, RD, MPH, Ph.D, Head of Corporate & Government Affairs Mondelez Indonesia, Marfusita Hamburgiwati, Saskhya Aulia Prima M.Psi selaku Psikolog & Co-founder Rumah Psikologi TigaGenerasi. Foto Mesya/JPNN

jpnn.com - Gaya hidup modern yang serba cepat dan dinamis mendorong masyarakat untuk mencari solusi yang praktis, termasuk dalam hal makanan. Tak mengherankan jika camilan menjadi pilihan menemani aktivitas sehari-hari. 

Hasil survei State of Snacking 2024 Mondelez Indonesia mengungkapkan, kebiasaan ngemil masyarakat Indonesia terus meningkat melebihi makanan utama. Tercatat konsumsi rata-rata camilan di masyarakat mencapai 3 kali per hari, sedangkan makanan utama hanya 2 kali per hari. 

"73% responden juga menyatakan bahwa mereka tidak bisa hidup tanpa camilan," kata Head of Corporate & Government Affairs Mondelez Indonesia, Marfusita Hamburgiwati, Jumat (16/5).

Selain itu, hasil survei juga menemukan kebiasaan masyarakat yang menjadikan camilan sebagai cara untuk terhubung dengan orang lain dan bisa membangkitkan nostalgia, yakni 84% responden merasa setuju bahwa berbagi camilan dengan seseorang yang disayangi sepadan dengan kalori ekstra yang dikonsumsi. 

"Sebanyak 93% responden menyatakan salah satu kenangan masa kecil yang paling indah adalah berbagi camilan dengan orang tua," ucapnya.

Dia menyebutkan, survei tahunan “State of Snacking 2024”, sekaligus mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam ngemil agar mendapatkan manfaat positif camilan bagi tubuh dan pikiran. Mondelez mendorong hal itu melalui kampanye #NgemilBijak.

“Survei ini menyoroti betapa pentingnya camilan bagi masyarakat dan sekaligus menunjukkan keseriusan perusahaan dalam memahami apa yang diinginkan konsumen global, termasuk di Indonesia,” ungkapnya.

Sejalan dengan temuan tersebut, Saskhya Aulia Prima M.Psi selaku Psikolog & Co-founder Rumah Psikologi TigaGenerasi menjelaskan peran dan makna camilan dari sisi kebutuhan emosional. Menurutnya, aktivitas ngemil bisa memberikan jeda di tengah aktivitas sehari-hari. 

Survei State of Snacking 2024 membuktikan kebiasaan makan camilan masyarakat Indonesia melebihi konsumsi makanan utama

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News