Syam Basrijal: Atasi Polusi Udara dengan Percepatan Investasi Energi Terbarukan

Syam Basrijal: Atasi Polusi Udara dengan Percepatan Investasi Energi Terbarukan
Direktur PT Gema Aset Solusindo, Syam Basrijal. Foto: dok GAS

Dia menyebut berbagai penelitian internasional menunjukkan keterkaitan antara emisi PLTU batu bara dengan meningkatnya risiko penyakit jantung, stroke, gangguan paru-paru kronis, hingga kematian dini akibat paparan partikel halus PM2.5.

"Dalam konteks Jakarta, masalah ini telah melampaui isu lingkungan semata. Ini telah menjadi isu ketahanan manusia, kualitas hidup, dan masa depan generasi perkotaan Indonesia," ujarnya.

Di sisi lain, Syam melihat Indonesia tengah memiliki peluang besar untuk mempercepat transisi energi.

Dia menyoroti Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PLN 2025–2034 yang memproyeksikan kebutuhan investasi sektor ketenagalistrikan mencapai sekitar 183 hingga 188 miliar dolar Amerika Serikat.

Menurutnya, arah investasi yang mulai berfokus pada energi terbarukan dan sistem penyimpanan energi atau Battery Energy Storage System (BESS) menjadi fondasi penting menuju sistem energi yang lebih berkelanjutan. 

"Yang sering dilupakan, transisi energi bukan sekadar proyek kelistrikan. Dia adalah peluang ekonomi nasional dalam skala besar," tutur Syam.

Dia menilai pengembangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) yang dipadukan dengan BESS berpotensi menciptakan lapangan kerja baru, memperkuat industri baterai nasional, mempercepat hilirisasi mineral strategis seperti nikel, sekaligus meningkatkan daya tarik investasi berbasis prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).

Lebih lanjut, Syam meminta pemerintah mengubah cara pandang terhadap teknologi PLTS-BESS.

Polusi udara Jakarta terus berulang dari tahun ke tahun dengan pola yang hampir sama.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News