Tabung Gas Meledak di Warteg

Pertamina Harus Bertanggung Jawab

Tabung Gas Meledak di Warteg
Tabung Gas Meledak di Warteg
JAKARTA -- Ledakan gas elpiji ukuran 3 kg seakan tak terbendung. Giliran kemarin malam, sebuah warteg terbakar setelah gas meledak di Jalan Laksa IV, Tambora, Jakarta Barat. Ledakan tersebut diduga akibat selang kompor gas yang bocor. Dua penghuni sekaligus pemilik warteg terluka bakar serius. Mereka adalah ibu dan anak, Mariam ,48, dan Akib, 21.  Akhirnya kedua korban dilarikan ke RS Tarakan untuk diberi pertolongan. Sementara warteg rata dengan tanah akibat kebakaran.

"Dugaan kebakaran berasal dari kebocoran gas pada slang yang sudah tidak layak pakai," ujar Kanit Reskrim Polsektro Tambora, Iptu Robinson Manurung kemarin. Menurut Manurung, ledakan terjadi saat Mariam hendak memasak mengganti tabung gas terlebih dahulu.

"Tapi ternyata slang tabung bocor," ungkapnya. Namun kebocoran tersebut tidak disadari oleh korban. Maka korban tetap terus memasak. Hingga beberapa lama kemudian, terjadilah ledakan yang disusul kebakaran.

Beruntung kebakaran tidak menyulut ke rumah-rumah warga yang padat itu. Api padam berkat kesigapan petugas Dinas Pemadam Kebakaran (DPK) yang mengerahkan 11 unit mobil pemadam. Peristiwa tersebut menambah panjang daftar meledaknya elpiji di Jakarta. Wakil Ketua Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN), Franciscus Welirang menilai, Pertamina yang paling bertanggung jawab menanggung kerugian akibat ledakan gas. Sebab Pertamina merupakan pelaku usaha produk gas elpiji.

JAKARTA -- Ledakan gas elpiji ukuran 3 kg seakan tak terbendung. Giliran kemarin malam, sebuah warteg terbakar setelah gas meledak di Jalan Laksa

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News