Tafsir Bebas Rizal Ramli Cs Cenderung Meremehkan Peran Letjen Dudung

Tafsir Bebas Rizal Ramli Cs Cenderung Meremehkan Peran Letjen Dudung
Petrus Selestinus. Foto: Dok. JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Ketua Tim Task Force Forum Advokat Pengawal Pancasila (FAPP) Petrus Selestinus menilai pernyataan Pangkostrad Letjen TNI Dudung Abdurachman soal imbauan agar prajuritnya tidak perlu fanatisme berlebihan terhadap agama karena semua agama sama di mata Tuhan, telah dipelintir oleh sejumlah pihak.

Mereka antara lain Rizal Ramli, Anwar Abas, Fadli Zon, Refly Harun dan lain-lainnya dengan tafsir bebas demi menyenangkan kelompok tertentu.

“Bahkan tafsir bebas yang dilontarkan itu cenderung meremehkan peran Letjen TNI Dudung Abdurachman, Pangkostrad sebagai tidak berprestasi atau hanya berani menurunkan baliho Rizieq Shihab,” kata Petrus Selestinus di Jakarta, Senin (20/9/2021).

“Mereka justru telah menempatkan Tuhan sebagai pihak untuk mereka hakimi dalam menilai benar tidaknya pernyataan Dudung Abdurachman dimaksud,” ujar Petrus.

Padahal, menurut Petrus, pernyataan Dudung Abdurachman merupakan wujud komitmennya untuk mengawal amanat konstitusi sekaligus suatu gambaran sikap mengagungkan betapa besarnya Kemahakuasaan Tuhan yaitu bahwa semua manusia meskipun berbeda keyakinan dan agama yang dianut, namun sama di mata Tuhan.

“Logika Letjen TNI Dudung Abdurachman tentang semua agama sama di mata Tuhan sangat tepat karena sesuai dengan prinsip dan keyakinan semua umat beragama bahwa Tuhan itu Maha Kuasa dan Maha Adil bagi semua umatnya. Yang membeda-bedakan satu dengan yang lain itu adalah perilaku umat itu sendiri sesuai agama yang diimaninya,” ujar Petrus yang juga Adavokat Peradi ini.

Petrus menegaskan dalam ajaran agama manapun pengakuan terhadap kebenaran bahwa Tuhan itu Maha Kuasa, Maha Besar, Maha Adil dan maha-maha lainnya yang kita semua yakini dan percaya, telah dipersonifikasikan dalam sila pertama Pancasila yaitu Ketuhanan yang Maha Esa, di dalam dasar negara Pancasila.

Konstitusionalitas Pernyataan Dudung

Tafsir bebas dari Rizal Ramli, Anwar Abas, Fadli Zon, Refly Harun dan lain-lainnya cenderung meremehkan peran Letjen TNI Dudung Abdurachman, Pangkostrad sebagai tidak berprestasi atau hanya berani menurunkan baliho Rizieq Shihab.