Tahu Digigit
Oleh Dahlan Iskan
Meski cucu kiai besar di Sumedang, KH Mohamad Satibi, Dony jadi orang teknik dan akuntansi. Setelah lulus tehnik idustri ia kuliah S-2 manajemen keuangan di Unpad. Doktornya pun doktor akuntansi dengan disertasi tentang keuangan desa.
Latar belakang teknik dan akuntansi membuat programnya konkret. Dony punya motto sendiri. Dalam bahasa Sunda: Kadeleuk, Karampak, Karasa. Anda sudah tahu artinya: Terlihat, Teraba, Terasa.
Sebenarnya Sumedang punya produk besar lain: Cilembu –ubi Cilembu. Dony pilih ”tahu krowak” (tahu yang sudah dimakan sebagian di pojoknya) sebagai logo dashboard Sumedang daripada ketela Cilembu yang digigit.
Dony orangnya pendiam. Tapi hasil kerjanya kadeleuk, karampak, dan karasa. Dony ingin Sumedang tidak hanya menjadi pusat penge-”tahu”-an tapi juga pusatnya ilmu nyata reformasi birokrasi.(*)
Saya ke Sumedang Senin lalu. Saya diajak ke pusat komando di kantor bupati. Saya diminta melihat tampilan aplikasi Tahu Sumedang. Ideal sekali.
Redaktur : Tim Redaksi
Reporter : Tim Redaksi
JPNN.com




